GARVI.ID, BALIKPAPAN- Penanganan stunting di wilayah Puskesmas Sumber Rejo terus ditingkatkan melalui pola pemantauan posyandu, pemberian PMT, hingga rujukan lanjutan ke rumah sakit. Ahli Gizi Puskesmas, Agung Pramana, mengungkapkan bahwa pemantauan status gizi balita selalu dimulai dari posyandu sebelum diarahkan ke puskesmas untuk evaluasi dan tindak lanjut.
Menurut Agung, berbagai inovasi kini diterapkan, salah satunya melalui program “Mata Centing”. Program ini meliputi kunjungan rumah balita stunting, penyuluhan, hingga pemberian makanan tambahan lokal yang diberikan selama 56 hari untuk balita dan 120 hari untuk ibu hamil KEK.
“Kami juga sudah merujuk balita stunting ke dokter spesialis anak agar mendapat pemeriksaan lebih mendalam,” ujar Agung, Rabu (19/11/2025).
Puskesmas Sumber Rejo juga menjalankan digitalisasi monitoring gizi, terhubung dengan sistem klaster pelayanan. Data penimbangan balita dari posyandu kini tercatat real time, sehingga memudahkan sweeping balita yang belum terpantau.
Tren stunting di wilayah Sumber Rejo menunjukkan penurunan. Pada penimbangan serentak Oktober lalu, angkanya berada di 15,5%, turun dari tahun sebelumnya yaitu 17,2%—meski masih di atas target Kota Balikpapan sebesar 12,5%.
Tantangan terbesar, lanjut Agung, adalah masih adanya persepsi keliru di masyarakat bahwa stunting bersifat keturunan. “Padahal stunting sangat bisa dicegah dengan pola makan yang tepat, sanitasi yang baik, serta pemantauan kesehatan sejak dini,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat lebih terbuka terhadap edukasi petugas. “Kami ingin semua anak di Sumber Rejo tumbuh sehat dan optimal.” (Adv/Puskesmas/Bpp)
