GARVI.ID, BALIKPAPAN — Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur memastikan Jalan Tol Balikpapan–IKN dapat digunakan secara fungsional selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Ruas yang dibuka mencapai 50,2 kilometer dan bisa dilintasi kendaraan mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardiana, mengatakan pembukaan terbatas ini untuk mendukung mobilitas warga Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan pengguna yang menuju Kalimantan Selatan maupun kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN.
“Ini pembukaan terbatas untuk kelancaran arus libur akhir tahun. Ruas yang kami fungsikan sudah aman dan siap digunakan,” ujar Yudi di Balikpapan, Rabu (10/12/2025).
Tol akan beroperasi setiap hari pukul 06.00–18.00 Wita. Pembukaan dimulai resmi pada 20 Desember pukul 08.00 Wita. Meski belum difungsikan penuh, seluruh ruas yang dibuka telah melewati pengecekan teknis.
Rangkaian trase yang dilintasi meliputi:
• Seksi 3A Karang Joang – KKT Kariangau
• Seksi 3B menuju Simpang Tempadung
• Seksi 5A hingga Jembatan Pulau Balang
• Jembatan Pulau Balang bentang panjang dan pendek
• Seksi 5B ke arah Simpang Riko
• Seksi 6A menuju Simpang ITCI–Sepaku sebagai akses langsung ke KIPP IKN
Yudi menjelaskan, ruas-ruas tersebut dipilih karena progres konstruksinya yang paling matang. “Kami pilih ruas dengan tingkat kesiapan tertinggi. Prioritas kami keselamatan pengguna,” ujarnya.
Selama masa fungsional, jalan tol hanya bisa dilintasi kendaraan golongan I, tidak termasuk bus dan truk. Kecepatan maksimal dibatasi 60 kilometer per jam. Beberapa fasilitas permanen disebut masih dalam proses pemasangan.
Akses masuk kendaraan dibuka melalui Gerbang Tol Manggar dari arah Balikpapan–Samarinda. Dari titik itu, pengendara diarahkan ke Tol IKN melalui KM 8+400. Seluruh ruas yang difungsikan dikenakan tarif nol rupiah.
“Selama uji coba ini, tarif kami gratiskan. Ini bentuk layanan kami selama periode liburan,” kata Yudi.
Untuk pengamanan, BBPJN menyiapkan empat hingga lima unit kendaraan safety patrol yang siaga setiap hari. Satu ambulans dan unit patroli jalan juga ditempatkan di titik tertentu untuk penanganan darurat.
Sebanyak 54 kamera CCTV dipasang untuk memantau arus kendaraan secara real-time. Kendali pengawasan terhubung ke pusat monitoring agar petugas dapat memberi respons cepat.
“Kami awasi penuh lewat CCTV. Harapan kami, pengguna mengikuti instruksi yang diberikan petugas di lapangan,” kata Yudi.
Ia menambahkan, pembukaan terbatas ini diharapkan mengurai kepadatan jalur Balikpapan–PPU serta mempercepat akses menuju kawasan IKN. Skema serupa sebelumnya juga diterapkan pada arus mudik Lebaran dan berjalan tanpa kendala berarti. (*)
