GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pada ajang bergengsi Indonesia Fashion Parade, desainer mode Hervita Agnes Aprillia BR Rambe dari Pihar Design Collection kembali mencuri perhatian dengan koleksi terbarunya. Mengusung tema “Ulos Pangihot Ni Holong”, yang berarti kain ulos sebagai pengikat kasih sayang antar sesama, Agnes berhasil menampilkan keindahan dan kekayaan budaya Batak melalui dua jenis kain ulos yakni Ulos Sadum dan Ulos Ragi Hotang.
“Kecintaan saya terhadap adat budaya Batak menjadi dasar bagi saya untuk memperkenalkan kebudayaan Batak di seluruh nusantara bahkan dunia,” kata Agnes, Rabu (17/7/2024).
Ia menambahkan bahwa Ulos Sadum dan Ulos Ragi Hotang dipilih bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga karena nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Ulos Sadum dikenal dengan motifnya yang rumit. Ciri khas ulos sadum bisa terlihat dari dominasi aksen warna merah, motif bunga yang meriah, serta bingkai warna gelap di kedua sisinya. Ulos sadum ini disimbolkan sebagai motivasi dalam suatu keluarga agar selalu bersuka cita dan bersemangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sementara, Ulos Ragi Hotang, dengan motif yang lebih sederhana namun elegan, sering digunakan dalam upacara pernikahan adat batak. Kain ulos ini menjadi simbol ikatan kasih sayang yang diharapkan bisa seperti rotan atau yang disebut hotang oleh dalam bahasa Batak.
Kedua jenis ulos ini tidak hanya memperkaya dunia fashion, tetapi juga mengandung makna mendalam yang diharapkan dapat dikenali dan dilestarikan oleh generasi muda mendatang.
“Saya berharap generasi muda, terutama pemuda-pemudi Batak, dapat lebih mengenal dan mencintai budaya mereka sendiri. Melalui karya ini, saya ingin mereka merasa bangga dengan warisan budaya yang dimiliki dan termotivasi untuk melestarikannya,” harap Agnes.
Agnes juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah mendukungnya sepanjang perjalanan kariernya. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Yesus Kristus, karena Dia saya berada di panggung ini. Terima kasih kepada suami saya, Piatur Pangaribuan, yang selalu menjadi support system saya, keluarga, dan juga teman-teman saya,” ungkapnya.
Tampilan koleksi Agnes di panggung Indonesia Fashion Parade tidak hanya menarik perhatian para pecinta mode. Kombinasi antara keindahan kain ulos dan kreativitas desain Agnes menciptakan harmoni yang memukau, menunjukkan potensi besar kain tradisional dalam industri fashion modern.Perhelatan Indonesia Fashion Parade tahun ini menjadi momen penting bagi Agnes dan Pihar Design Collection untuk lebih dikenal luas.
Melalui dedikasinya dalam mengangkat budaya Batak, Agnes berhasil membuktikan bahwa warisan budaya lokal dapat bersaing dan berdiri sejajar dengan tren fashion internasional. Semangat dan cinta terhadap budaya yang dituangkan dalam setiap helai kain ulos yang dipamerkan, menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia.
Keberhasilan Agnes ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi masyarakat Batak dan Indonesia secara keseluruhan. Ulos Sadum dan Ulos Ragi Hotang kini tidak hanya menjadi simbol kasih sayang dan persatuan, tetapi juga simbol kebanggaan dan identitas budaya yang kuat. (*)









