GARVI.ID, BALIKPAPAN – Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menyoroti keterbatasan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di kota ini. Salah satu yang paling krusial adalah minimnya mobil pemadam jenis Skylift, kendaraan yang dilengkapi alat bantu crane untuk menjangkau titik api di gedung bertingkat.
Menurut Yusri, kebutuhan akan mobil Skylift semakin mendesak seiring pesatnya pembangunan gedung tinggi di Balikpapan. Ia menilai, alat tersebut sangat penting agar petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) bisa bekerja lebih cepat dan aman saat menghadapi kebakaran di bangunan bertingkat.
“Balikpapan sekarang sudah banyak gedung tinggi, tapi kita belum punya mobil pemadam jenis Skylift. Padahal ini penting untuk antisipasi kebakaran di bangunan bertingkat,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Yusri mencontohkan, pada salah satu insiden kebakaran beberapa waktu lalu, petugas Damkar sempat kesulitan menjangkau lantai atas karena keterbatasan alat. Ia meyakini, jika fasilitas Skylift sudah tersedia, penanganan kebakaran di gedung tinggi akan jauh lebih efisien.
“Kejadian itu jadi pelajaran penting. Kalau ada Skylift, petugas bisa langsung naik ke titik api tanpa menunggu bantuan dari daerah lain,” katanya.
Politikus asal Fraksi Golkar tersebut menilai idealnya setiap kecamatan di Balikpapan memiliki minimal satu unit mobil Skylift agar penanganan darurat bisa lebih cepat. Namun, ia juga memahami bahwa pengadaan armada baru membutuhkan anggaran besar.
“Sampai sekarang memang belum ada. Tapi kalau anggarannya memungkinkan, tentu kami dorong supaya setiap kecamatan punya satu unit Skylift,” jelasnya.
Selain pemerintah, Yusri juga mengingatkan pentingnya peran pengelola gedung bertingkat dalam kesiapsiagaan bencana kebakaran. Ia menegaskan, pengembang dan pemilik gedung seharusnya memiliki sistem keamanan kebakaran sendiri, termasuk alat pemadam internal dan tangga darurat yang memadai.
“Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Gedung tinggi juga harus punya alat penanganan kebakaran sendiri agar bisa membantu sebelum petugas datang,” tegasnya.
Yusri berharap sinergi antara pemerintah dan pihak swasta dapat menciptakan sistem penanggulangan kebakaran yang lebih modern dan tangguh, seiring berkembangnya Balikpapan sebagai kota bertingkat. (Adv/DPRD/Bpp)
