GARVI.ID, BALIKPAPAN — Sebanyak 100 siswa dari enam kelurahan di Kecamatan Balikpapan Tengah mengikuti pelatihan dokter kecil yang digelar di Aula Kelurahan Karang Rejo, Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Panitia Pembina UKS (PJUKS) Kecamatan Balikpapan Tengah dan berlangsung selama satu hari.
Kepala Puskesmas Karang Rejo, drg. Farida, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa agar menjadi contoh bagi teman-temannya dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
“Setelah pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat menjadi teladan bagi teman-temannya dalam menjaga kebersihan diri, menerapkan PHBS, memahami pentingnya gizi seimbang, dan mampu memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan ringan di sekolah,” ujar drg. Farida.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapat berbagai materi kesehatan, antara lain kesehatan gigi dan mulut, pentingnya gizi seimbang, bahaya narkoba, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Seluruh narasumber berasal dari tenaga kesehatan profesional di bidangnya.
PJUKS Balikpapan Tengah, drg. Efna Wahyu Hapsari, menjelaskan bahwa keberadaan dokter kecil di sekolah berperan penting sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam membangun kebiasaan hidup sehat di kalangan pelajar.
“Balikpapan saat ini masih menghadapi tantangan stunting. Melalui program dokter kecil ini, kami ingin anak-anak menjadi agen perubahan yang bisa mengingatkan teman-temannya untuk makan sehat dan tidak jajan sembarangan,” terang drg. Efna.
Menurutnya, penanganan stunting di Balikpapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari masa kehamilan hingga seribu hari pertama kehidupan anak. Namun, upaya pencegahan juga perlu dilakukan di lingkungan sekolah dengan mengedukasi para siswa sejak dini.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh sekitar 20 sekolah di wilayah Balikpapan Tengah. Para peserta dipilih oleh pihak sekolah, baik dari siswa yang baru pertama kali ikut maupun yang sudah pernah mengikuti pelatihan serupa sebelumnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para dokter kecil dapat menjadi teladan di sekolah masing-masing serta membantu menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan bersih. (Adv/Puskesmas/Bpp)








