GARVI.ID, BALIKPAPAN – Puskesmas Karang Rejo menangani 64 pasien Tuberkulosis (TBC) sepanjang tahun ini. Sebagian telah menyelesaikan pengobatan, sementara lainnya masih menjalani terapi minimal enam bulan sesuai standar nasional. Data tersebut berasal dari temuan kasus di puskesmas, kegiatan luar gedung, serta pasien rujuk balik dari rumah sakit.
Perawat Penanggung Jawab Program TBC, Anggraini Emiliawati, menyebut bahwa salah satu tantangan terbesar bukanlah hanya menemukan kasus, tetapi memastikan pasien disiplin menjalani pengobatan hingga tuntas. “Sering kali pasien merasa sudah sehat dan berhenti minum obat. Padahal kumannya belum tentu hilang,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Setiap pasien wajib menjalani pemeriksaan dahak ulang pada bulan kedua, kelima, dan keenam. Jika hasil tetap positif, pengobatan dapat diperpanjang hingga sembilan bulan. Selain itu, pasien juga menjalani pemeriksaan gula darah dan HIV untuk memastikan tidak ada penyakit penyerta yang menghambat pengobatan.
Tak hanya fokus pada pasien, Puskesmas Karang Rejo juga memperkuat perlindungan bagi anggota keluarga yang tinggal serumah. Mereka adalah kelompok berisiko tinggi tertular karena intensitas kontak yang dekat. “Untuk kontak erat yang tidak bergejala, kami berikan terapi pencegahan TBC atau TPT,” kata Anggraini.
TPT diberikan dengan dua pilihan regimen: obat diminum setiap hari selama tiga bulan, atau seminggu sekali selama tiga bulan. Namun, bila anggota keluarga menunjukkan gejala, mereka akan diperiksa dahaknya terlebih dahulu sebelum menentukan langkah pengobatan.
Menurut Anggraini, pendekatan komprehensif ini sangat penting untuk menekan risiko penularan di tingkat rumah tangga. “Pasiennya berobat, keluarganya juga kami pastikan terlindungi. Ini cara kita menghentikan penyebaran dari sumber terdekat,” ujarnya.
Dengan pola pengobatan yang ketat dan penguatan TPT, Puskesmas Karang Rejo optimistis angka penularan TBC di wilayahnya dapat terus ditekan. Pendekatan ini dinilai selaras dengan upaya mengurangi beban kasus TBC sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat di tingkat komunitas. (Adv/Puskesmas/Bpp)








