GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Melalui Dinas Perdagangan (Disdag), berbagai langkah strategis dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga tetap terkendali hingga Idulfitri.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri, memastikan stok beras dalam kondisi sangat mencukupi. Saat ini, ketersediaan beras tercatat sekitar 7.000 ton dan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pertengahan tahun.
“Stok beras kita sampai saat ini sekitar 7.000 ton. Itu mencukupi sampai bulan 5 sampai bulan 7. Jadi untuk ketersediaan pangan aman,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Tak hanya memastikan ketersediaan stok, Pemkot juga aktif menjaga stabilitas harga melalui berbagai program intervensi pasar. Menjelang Ramadan, Disdag telah menggelar pasar murah pada 9–15 Februari 2026 di kantor baru Dinas Perdagangan dengan melibatkan distributor besar. Program ini disambut antusias masyarakat.
Selain itu, gerakan pangan murah digelar tiga kali dalam sepekan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Nanti pasar murah akan dilakukan lagi dengan melibatkan Kadin Balikpapan. Konsepnya peduli dan berbagi untuk masyarakat,” kata Haemusri.
Pengawasan distribusi juga diperkuat melalui kolaborasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Badan Pangan Nasional, serta aparat kepolisian. Inspeksi mendadak rutin dilakukan guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak ada praktik penimbunan.
“Tujuannya untuk mengendalikan distribusi pangan, memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga,” jelasnya.
Hingga saat ini, hasil monitoring Satgas Pangan menunjukkan tidak adanya laporan penimbunan bahan pokok. Pemerintah pun terus mengimbau distributor untuk menjaga etika distribusi selama momentum Ramadan dan Idulfitri.
Haemusri juga mengajak masyarakat tetap tenang dalam berbelanja kebutuhan pokok.
“Kami harapkan masyarakat tidak panic buying, karena ketersediaan pangan kita cukup,” tegasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan aparat pengawas, Pemkot Balikpapan optimistis stabilitas pangan selama Ramadan dapat terjaga dengan baik. (Adv/Diskominfo/Bpp)







