Karang Joang Paling Minim Bencana Alam

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Luas wilayah Kelurahan Karang Joang yang mencapai 101,809 kilometer persegi, bersama dengan kepadatan pemukiman yang relatif rendah, terbukti menjadi faktor utama dalam mengurangi dampak kebencanaan meskipun hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Meski beberapa titik di Karang Joang mengalami banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, dampaknya jauh lebih ringan dibandingkan dengan wilayah lain di Balikpapan.

Lurah Karang Joang, Maryana, mengungkapkan rasa syukurnya atas situasi wilayahnya yang tetap aman dari bencana alam utama.

“Alhamdulillah, Karang Joang sementara aman-aman saja, baik dari masalah banjir maupun longsor,” ujar Maryana saat ditemui pada Senin (19/8/2024).

Ia menjelaskan bahwa meskipun ada kemungkinan banjir saat hujan deras, dampaknya biasanya tergolong ringan. Maryana mengaitkan minimnya dampak bencana dengan karakteristik geografis dan kepadatan pemukiman di Karang Joang.

“Kalau hujan pasti ada banjir, tapi itu sedikit dan tidak terlalu parah. Mungkin karena curah hujan yang lebih lebat terjadi di wilayah sekitar kota,” jelasnya.

Karang Joang yang terletak di daerah berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki kontur tanah yang bervariasi, termasuk tebing-tebing dan area curam yang belum memiliki pemukiman padat.

Menurut Maryana, salah satu alasan minimnya bencana alam di Karang Joang adalah karena pemukiman yang belum terlalu padat, terutama di daerah dengan kontur tanah yang curam.

“Pemukiman di Karang Joang belum terlalu padat, terutama di tebing-tebing dan area dengan kontur tanah yang curam. Meskipun ada pemukiman, jumlahnya masih sedikit. Hal ini berkontribusi pada minimnya risiko bencana alam,” ungkapnya.

Maryana juga menambahkan bahwa meski wilayahnya relatif aman, bukan berarti Karang Joang sepenuhnya bebas dari potensi bencana.

“Kita tetap harus waspada. Jika terjadi hujan deras secara terus-menerus, kita bisa saja mengalami masalah banjir, walaupun dampaknya tidak sebesar di daerah lain,” katanya.

Dengan adanya pertumbuhan penduduk yang pesat, Maryana berharap bahwa kepadatan pemukiman di masa depan tidak akan meningkatkan risiko bencana.

“Jumlah penduduk Karang Joang saat ini meningkat pesat, dari 31.276 jiwa menjadi sekitar 33.500 jiwa dalam tujuh bulan terakhir. Pertumbuhan ini tentu membawa perubahan, namun kita harus terus menjaga kesiapsiagaan dan memperhatikan kondisi geografis untuk mengurangi risiko bencana,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Maryana menekankan pentingnya pemantauan dan perencanaan yang baik dalam menghadapi kemungkinan perubahan kondisi di masa depan. “Kami terus memantau situasi dan berupaya agar masyarakat tetap aman dan waspada terhadap potensi bencana,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *