GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pelebaran Jalan MT Haryono yang baru saja selesai kini jadi perhatian Komisi III DPRD Kota Balikpapan. Meskipun jalan tersebut telah dirancang untuk pejalan kaki dan pesepeda, masalah parkir kendaraan yang sering terjadi mengganggu fungsi jalan yang diperluas untuk kenyamanan publik.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H. Yusri, menegaskan bahwa penataan parkir di kawasan ini harus lebih tegas. Menurutnya, pengaturan parkir tidak hanya soal tertib lalu lintas, tetapi juga soal keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki dan pesepeda yang kini memiliki ruang yang lebih luas setelah pelebaran jalan.
“Dishub perlu bekerja sama dengan Polresta Balikpapan dan pihak terkait lainnya untuk mengatur parkir dengan benar agar tidak menimbulkan keributan di masyarakat,” ungkap Yusri, Selasa (28/1/2024).
Yusri juga menambahkan, meskipun tujuan pelebaran jalan adalah untuk memberi ruang lebih bagi pejalan kaki dan pesepeda, tanpa penataan parkir yang tepat, fungsi jalan ini bisa terhambat.
“Parkir yang sembarangan mengganggu, terutama bagi pejalan kaki atau pesepeda yang ingin menggunakan jalan dengan aman,” jelasnya.
Komisi III DPRD Balikpapan mendorong Dinas Perhubungan dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah cepat dan efektif dalam menangani masalah parkir yang mengganggu kenyamanan masyarakat. Yusri juga menekankan pentingnya koordinasi antara pihak terkait untuk memastikan fasilitas jalan yang sudah diperbaiki bisa digunakan dengan optimal oleh semua pengguna jalan.
“Dengan pengaturan yang tepat, jalan yang sudah diperlebar ini akan memberikan manfaat bagi semua orang, baik pengendara kendaraan pribadi maupun pejalan kaki dan pesepeda,” tutupnya.
Komisi III berharap penataan parkir yang lebih baik dapat menciptakan keseimbangan antara kebutuhan pengguna jalan yang berbeda, sekaligus mendukung kenyamanan dan keselamatan di Jalan MT Haryono. (Adv/DPRD/BPP)







