GARVI.ID, BALIKPAPAN – Dalam upaya memerangi stunting di Kota Balikpapan, Dinas Kesehatan mengimplementasikan berbagai program yang melibatkan deteksi dini pada ibu hamil dan balita, serta peningkatan keterampilan kader kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menyampaikan bahwa salah satu upaya preventif yang dilakukan adalah pemeriksaan USG bagi ibu hamil di Puskesmas untuk memantau perkembangan bayi dalam kandungan.
“Kami melaksanakan deteksi dini melalui pemeriksaan USG minimal dua kali selama masa kehamilan untuk memeriksa kondisi bayi dalam kandungan dan memastikan kesehatannya,” ujar Alwiati saat diwawancarai pada Kamis (6/3/2025).
Deteksi dini ini bertujuan untuk menemukan potensi masalah sejak awal, seperti kekurangan gizi atau gangguan perkembangan, sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih cepat.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga memberikan pelatihan kepada kader-kader kesehatan yang bertugas di lapangan. “Kami memberikan pelatihan kepada kader kesehatan untuk mempersiapkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan membekali mereka dengan pengetahuan yang cukup untuk memberikan pembinaan kepada ibu hamil dan balita,” lanjutnya.
Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup dalam memberikan asupan gizi yang baik untuk tumbuh kembang anak, khususnya pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan masa krusial bagi perkembangan anak.
Dinas Kesehatan juga melakukan penguatan pada Posyandu, yang menjadi tempat penting bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil dan balita.
“Kami sudah melakukan penguatan terhadap Posyandu, agar layanan kesehatan bisa lebih maksimal, terutama dalam hal pemantauan perkembangan gizi dan kesehatan ibu serta balita,” ujar Alwiati.
Meskipun angka stunting pada 2024 masih dalam tahap verifikasi oleh Kementerian Kesehatan, Alwiati berharap angka tersebut akan menurun seiring dengan berbagai upaya yang dilakukan.
“Kami berharap dengan program-program yang kami jalankan, angka stunting di Balikpapan bisa menurun pada tahun ini. Kami terus melakukan pendampingan dan evaluasi agar hasilnya maksimal,” tambah Alwiati.
Dalam beberapa tahun terakhir, angka stunting di Kota Balikpapan mengalami peningkatan, namun Dinas Kesehatan terus bekerja keras untuk menanggulangi masalah ini. Dengan adanya program deteksi dini, pelatihan kader kesehatan, dan peningkatan kualitas gizi, Alwiati optimis bahwa Kota Balikpapan dapat mengurangi angka stunting dan melahirkan generasi yang lebih sehat dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Adv/Diskominfo/Bpp)







