Ekowisata Mangrove Kampung Baru Siap Sambut Wisatawan Saat Libur Idul Fitri

GARVI.ID, PPU – Menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah mempersiapkan sejumlah destinasi wisata unggulan. Salah satu destinasi yang diproyeksikan menjadi daya tarik utama adalah Ekowisata Mangrove Kampung Baru di Penajam.

Kepala Disbudpar PPU, Andi Israwati Latief, memastikan bahwa destinasi wisata di PPU siap menyambut kunjungan wisatawan selama libur lebaran.

“Saat liburan nanti, destinasi wisata kami siap untuk dikunjungi para wisatawan. Persiapan fasilitas dan infrastruktur di Ekowisata Mangrove Kampung Baru sudah hampir rampung,” ujar Andi Israwati pada Jumat (7/3/2025).

Konsep Wisata Hijau di Tengah Kota

Ekowisata Mangrove Kampung Baru mengusung konsep ibu kota hijau, mencerminkan keindahan dan kelestarian alam di tengah perkembangan Kabupaten PPU. Destinasi ini menjadi simbol bahwa PPU memiliki potensi wisata hijau yang dapat menarik wisatawan lokal maupun luar daerah.

Pengunjung dapat menikmati keindahan hutan mangrove dengan berjalan santai di atas jembatan kayu sepanjang 400 meter yang membelah area mangrove. Jembatan tersebut merupakan bagian dari proyek revitalisasi yang diselesaikan pada akhir 2024, di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin.

Ekowisata ini telah beroperasi sejak 2016 dengan luas mencapai 60 hektare dan total panjang jembatan mencapai 677,8 meter. Pembangunan tahap pertama mencakup jembatan sepanjang 400 meter dengan lebar 2 meter. Proyek ini menelan anggaran sekitar Rp2 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten PPU melalui Disbudpar PPU.

“Ini adalah ekowisata mangrove pertama di Penajam dan juga di Kalimantan Timur. Dengan revitalisasi yang telah dilakukan, kami berharap kawasan ini menjadi destinasi utama bagi wisatawan,” tambah Andi.

Sarana dan Fasilitas Ditingkatkan

Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, Disbudpar PPU telah melakukan peningkatan fasilitas di Ekowisata Mangrove Kampung Baru. Beberapa sarana yang telah dibenahi mencakup area parkir, toilet umum, tempat istirahat, dan papan informasi wisata.

Ekowisata Mangrove Kampung Baru juga menjadi lokasi kegiatan sarasehan pada saat transisi kepemimpinan dari Pj Bupati Zainal Arifin ke Bupati PPU, Mudyat Noor dan Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, yang kini memimpin PPU untuk periode 2025–2030.

Menurut Andi, Disbudpar PPU kini tengah aktif mempromosikan destinasi ini agar dikenal lebih luas oleh masyarakat.

“Lokasi Ekowisata Mangrove ini masih baru. Saat ini kami sedang gencar memperkenalkannya ke masyarakat melalui berbagai media dan promosi langsung,” jelasnya.

Dengan konsep ekowisata yang menonjolkan keindahan alam serta fasilitas yang terus ditingkatkan, Ekowisata Mangrove Kampung Baru diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di PPU. (Adv/Diskominfo/PPU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *