Atasi Banjir Balikpapan, DPRD Dorong Solusi dari Hulu: Tak Cukup Andalkan Pompa di Hilir

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Penanganan banjir di Kota Balikpapan dinilai masih belum menyentuh akar persoalan. Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H. Yusri, menyampaikan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam mengatasi genangan, terutama dengan menambah pompa air di titik-titik hulu yang selama ini luput dari perhatian.

Menurut Yusri, kebijakan yang terlalu fokus pada wilayah hilir justru membuat air dari hulu tak tertangani dengan baik, sehingga memicu luapan di tengah kota. Salah satu wilayah yang kerap menjadi langganan genangan adalah sekitar Hotel Zurich.

“Kalau hanya di hilir yang ditangani, air dari atas tetap akan menumpuk. Perlu pompa di bagian hulu agar air tidak meluap sebelum mengalir ke hilir,” ujar Yusri, saat ditemui Rabu, 6 Agustus 2025.

Yusri menambahkan, sistem drainase yang ada saat ini tak cukup hanya mengandalkan gravitasi. Ia menyarankan agar pompa air ditempatkan secara berjenjang, mulai dari kawasan Pasar Segar hingga titik pembuangan akhir.

Dari hasil pengamatan dan perhitungan pihaknya, dibutuhkan sedikitnya tujuh unit pompa tambahan yang bisa bekerja serentak untuk mendorong air keluar dari pemukiman menuju saluran pembuangan. Sistem ini diharapkan mampu mengurangi titik-titik genangan yang kerap muncul saat hujan deras.

“Dengan pompa yang bergerak dari atas ke bawah, kita bisa antisipasi banjir sejak dini. Ini soal kenyamanan warga dan keberlangsungan aktivitas ekonomi,” tegasnya.

Namun, Yusri juga menggarisbawahi tantangan yang dihadapi, yakni keterbatasan anggaran. Ia mengajak Pemerintah Kota Balikpapan agar merancang perencanaan infrastruktur pengendalian banjir secara komprehensif dan bertahap.

“Kalau hanya tambal sulam, hasilnya akan tetap sama. Butuh sistem yang terintegrasi agar persoalan ini tak jadi langganan tahunan,” katanya.

Komisi III DPRD Balikpapan berkomitmen untuk terus mendorong agar isu banjir tidak sekadar ditangani secara reaktif, melainkan menjadi program prioritas dalam pembangunan kota ke depan. (Adv/DPRD/BPP)