Balikpapan Dorong Hidup Sehat Lewat Deklarasi ODF dan Gerakan Gempur Stunting

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan sehat dan menurunkan angka stunting. Dua langkah nyata yang kini tengah dijalankan adalah deklarasi kawasan bebas buang air besar sembarangan (Open Defecation Free/ODF) serta penguatan program Gempur Stunting.

Pada Kamis (8/5/2025), Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan menggelar pertemuan koordinasi lintas sektor bersama sejumlah OPD guna mendukung deklarasi ODF di dua kelurahan, yakni Klandasan Ilir dan Klandasan Ulu.

Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan berbagai pihak dalam mewujudkan lingkungan bersih dan sehat. Menurutnya, status ODF bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kesadaran kolektif dalam menjaga sanitasi yang layak.

“Ini bukan hanya tentang tidak buang air besar sembarangan, tapi soal menjaga martabat dan kesehatan masyarakat,” tegas Alwiati.

Tak hanya fokus pada sanitasi, DKK juga mendorong percepatan penanganan stunting melalui Gerakan Bersama Posyandu Berantas Stunting (Gempur Stunting), yang mengandalkan peran aktif kader dan fasilitas posyandu.

“Gempur Stunting itu gerakan bersama. Kami ingin anak-anak Balikpapan bisa tumbuh sehat dan pintar. Ini butuh peran semua pihak, bukan hanya tenaga kesehatan,” ujarnya.

Lewat Gempur Stunting, posyandu didorong jadi pusat pemantauan pertumbuhan anak, edukasi gizi keluarga, serta rujukan dini bila ditemukan gejala stunting. Program ini juga menekankan pentingnya pola makan sehat, pemberian ASI eksklusif, serta sanitasi lingkungan yang bersih.

Menurut Alwiati, keterlibatan lintas sektor seperti kelurahan, tokoh masyarakat, hingga LSM menjadi kunci sukses pelaksanaan program. “Kami tidak bisa kerja sendiri. Sinergi adalah kekuatan utama kami,” jelasnya.

Dengan dua strategi besar ini, Pemkot Balikpapan berharap mampu mempercepat pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan unggul sejak dari lingkungan terkecil: keluarga.

“Kalau lingkungan bersih dan anak-anak sehat, maka Balikpapan akan jadi kota yang kuat secara fisik dan mental,” tutup Alwiati. (Adv/Diskominfo/BPP) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *