GARVI.ID, BALIKPAPAN – Balikpapan Fest 2025 kembali membuktikan perannya sebagai agenda kota yang mampu menggerakkan perekonomian lokal. Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan mencatat, total perputaran uang yang dihasilkan selama rangkaian kegiatan tahun ini menembus kisaran Rp7 miliar.
Kontribusi ekonomi tersebut berasal dari transaksi pelaku UMKM, tenant kuliner, industri kreatif, hingga sektor jasa seperti transportasi dan perhotelan yang ikut terdongkrak berkat ramainya pengunjung.
Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya Balikpapan Fest sebagai ruang promosi dan kolaborasi bagi pelaku ekonomi lokal. Ia menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan wadah yang memberi keuntungan langsung bagi masyarakat.
“Perputaran ekonominya cukup besar, sekitar Rp7 miliar. Seluruh sektor ikut bergerak, dari UMKM, tenant makanan, perhotelan, hingga transportasi,” ungkap Ratih, Jumat (14/11/2025).
Ratih menjelaskan, tahun ini Balikpapan Fest memberikan dampak yang lebih luas karena melibatkan lebih banyak komunitas dan menampilkan konsep yang lebih matang. Kehadiran komunitas besar seperti Harley Davidson Club dan partisipasi pegiat seni dari berbagai daerah turut memperkaya rangkaian acara dan meningkatkan jumlah pengunjung.
Balikpapan Fest 2025 mengangkat tema “Pesisir Nusantara”, yang dirancang untuk menonjolkan identitas Balikpapan sebagai kota pesisir dan bagian dari kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Tema ini juga menjadi cara memperkenalkan potensi budaya pesisir, kekuatan maritim, serta karakter masyarakat yang tumbuh di pesisir Kalimantan Timur.
“Tahun lalu kita angkat Harmoni Nusantara untuk menonjolkan keberagaman budaya. Tahun ini lebih fokus pada kekayaan pesisir untuk memperkuat posisi Balikpapan sebagai destinasi pesisir nasional,” jelas Ratih.
Ia menambahkan, Balikpapan Fest kembali diajukan sebagai kandidat Kalender Event Nasional Kemenparekraf 2026. Pemaparan konsep akan dilakukan hari ini melalui Zoom Meeting di hadapan tim kurasi. Tahun lalu, Balikpapan Fest berhasil masuk daftar kurasi nasional dan bersanding dengan sejumlah event besar lainnya dari Kalimantan Timur.
“Tahun ini kami kembali bersaing bersama empat event lain seperti Borneo Culture Week, Lom Plai Kutai Timur, dan Erau Adat Kutai. Harapannya Balikpapan Fest kembali lolos dan mendapat dukungan lebih besar,” ucapnya.
Ratih optimistis, masuknya Balikpapan Fest dalam kalender nasional akan membuka peluang pendanaan, memperluas jangkauan promosi, serta memperkuat dampak ekonomi kreatif kota. “Ini bukti bahwa Balikpapan siap menjadi tuan rumah event berskala nasional dengan konsep matang dan manfaat ekonomi nyata,” tutupnya. (Adv/Disporapar/Bpp)
