GARVI.ID, BALIKPAPAN – PT Bayan Resources kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan olahraga bulutangkis dengan menggelar Bayan Open 2026 yang dirangkaikan dengan Sirkuit Nasional (Sirnas) C di Kota Balikpapan.
Kompetisi yang memasuki penyelenggaraan tahun kelima secara beruntun ini diarahkan tidak hanya sebagai ajang pertandingan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet-atlet muda, khususnya dari Kalimantan Timur dan wilayah sekitarnya.
Senior Manager PT Bayan Resources, Suhud Wahyudi, mengatakan penyelenggaraan kompetisi bulutangkis tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang olahraga.
Menurutnya, bulutangkis dipilih karena merupakan salah satu olahraga favorit masyarakat Indonesia yang telah menorehkan prestasi hingga tingkat dunia.
“Bulu tangkis adalah salah satu olahraga favorit di Indonesia yang prestasinya mendunia. Karena itu, kami layak ikut berpartisipasi mengembangkan olahraga ini dari level-level bawah,” kata Suhud dalam konferensi pers Bayan Open 2026 di Hotel Platinum Balikpapan, Minggu (23/8/2026).
Suhud menjelaskan, Bayan Open secara khusus dirancang untuk menghadirkan kompetisi yang berkesinambungan dan berkualitas di luar Pulau Jawa. Selama ini, menurut dia, kompetisi bulutangkis berskala nasional masih lebih banyak berlangsung di Pulau Jawa.
Dengan adanya Sirnas C di Balikpapan, atlet-atlet muda dari berbagai daerah di Kalimantan Timur seperti Samarinda, Tenggarong, dan Bontang tidak harus bepergian jauh ke Pulau Jawa untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan mengejar poin.
“Dengan adanya kompetisi yang berkesinambungan dan berkualitas, kami harapkan prestasi atlet terus berkembang hingga mencapai level nasional,” ujarnya.
Suhud menambahkan, pemilihan Sirnas C juga berkaitan dengan fokus Bayan terhadap pembinaan atlet usia dini hingga kategori Taruna.
Ia berharap keberadaan kompetisi nasional di Balikpapan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi atlet muda Kaltim untuk berhadapan dengan pemain dari daerah lain dan mendapatkan lawan tanding yang berkualitas.
“Harapan kami, atlet-atlet muda dan atlet usia dini terus berkembang serta bisa bersaing dengan daerah-daerah lain,” katanya.
Bayan Kemas Olahraga dengan UMKM dan Seni
Komitmen Bayan terhadap olahraga juga dikembangkan dengan konsep yang lebih luas. Suhud mengatakan, sejak awal pihaknya melihat olahraga sebagai bagian dari industri yang dapat dikembangkan bersama sektor lain, seperti UMKM dan seni.
Karena itu, penyelenggaraan Bayan Open turut dikemas dalam rangkaian Bayan Craft Art Festival. Kegiatan tersebut menghadirkan pelaku UMKM, kerajinan, hiburan, serta panggung seni yang melibatkan talenta lokal.
“Kalau hanya olahraga saja akan kurang menarik. Maka dari awal kami konsep dengan UMKM dan festival. Kami juga menyediakan tempat untuk talenta lokal,” jelas Suhud.
Pada penyelenggaraan tahun ini, jumlah UMKM yang terlibat meningkat menjadi sekitar 80 tenant, dibandingkan 60 UMKM pada tahun sebelumnya. Panitia juga menyediakan area bermain untuk anak-anak.
Suhud mengatakan konsep tersebut akan terus dikembangkan dengan melakukan evaluasi setiap tahun.
PBSI Apresiasi Konsistensi Bayan
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Ricky Achmad Soebagdja, mengapresiasi komitmen Bayan yang konsisten mendukung perkembangan bulutangkis di Indonesia.
Ricky menyebut penyelenggaraan Bayan Open yang telah berlangsung selama lima tahun berturut-turut menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam mendukung pembinaan dan kompetisi bulutangkis.
“Ini kembali bahwa komitmennya luar biasa. Yang berikutnya bagaimana para peserta untuk menggalakkan kejuaraan ini tidak hanya di Kalimantan, tetapi juga menghadirkan beberapa pemain,” kata Ricky.
Menurut Ricky, keberadaan kompetisi seperti Bayan Open penting untuk memberikan kesempatan kepada atlet-atlet muda Kaltim agar memiliki pengalaman bertanding dan meningkatkan kemampuan.
Ia juga membuka peluang adanya pembinaan khusus bagi atlet Kaltim atau Balikpapan yang dapat dikembangkan bersama PBSI.
“Mungkin nanti kita bisa komunikasikan lebih lanjut seperti apa, bagaimana perekrutan, pelatih, dan lain sebagainya. Saya rasa ini sangat layak dan mampu untuk bisa membuat satu pembinaan tersendiri sehingga menghasilkan pembinaan dari Kaltim khususnya,” ujarnya.
Ricky menilai potensi bulutangkis di Kaltim cukup besar. Ia berharap pembinaan yang dilakukan secara konsisten dapat melahirkan atlet yang mampu bersaing dengan daerah-daerah lain, termasuk Jawa, bahkan menembus pemusatan latihan nasional.
“Tidak ada yang tidak mungkin juga ke depan ada hasil pembinaan dari Kalimantan Timur ini masuk di Pusat Latihan Nasional. Nah, ini harapan ke depan,” katanya.
Selain pembinaan atlet, Ricky juga menilai fasilitas olahraga di Balikpapan sangat memadai untuk menggelar kejuaraan berskala nasional hingga internasional.
Balikpapan Dinilai Strategis
Ketua Harian Pengkot PBSI Kota Balikpapan, Soegianto, mengatakan pihaknya akan terus bergandeng tangan dengan Bayan dalam mendukung perkembangan bulutangkis di Kota Balikpapan.
Ia mengapresiasi Bayan yang secara konsisten menggelar Bayan Open maupun Sirnas di Balikpapan setiap tahun.
“PBSI Kota Balikpapan selalu bergandeng tangan dengan Bayan. Kami seluruh pengurus selalu mengucapkan terima kasih karena Bayan terus menyelenggarakan turnamen Bayan Open maupun Sirkuit Nasional yang kelima ini,” kata Soegianto.
Menurutnya, Balikpapan memiliki keunggulan dari sisi akses transportasi karena mudah dijangkau dari berbagai daerah. Konektivitas penerbangan dari Jakarta, Surabaya, hingga Makassar dinilai turut mendorong meningkatnya antusiasme peserta setiap tahun.
“Selain mereka mengejar poin, tentunya kemudahan-kemudahan yang didapatkan di Kota Balikpapan menjadi salah satu alasan antusiasme peserta terus meningkat,” ujarnya.
Soegianto berharap dukungan Bayan terhadap olahraga bulutangkis dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak atlet muda Kaltim yang memperoleh kesempatan untuk berkembang dan berprestasi di tingkat nasional. (/*)







