GARVI.ID, BALIKPAPAN – Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, meminta Pemerintah Kota Balikpapan mempercepat penyelesaian proyek perbaikan drainase dan trotoar yang kini tengah berjalan di sejumlah titik kota. Menurutnya, pekerjaan itu sangat penting untuk mengatasi banjir dan mempercantik wajah kota menjelang akhir tahun anggaran.
“Saya mengapresiasi langkah pemerintah yang serius membenahi drainase dan trotoar. Tapi waktu tinggal satu bulan setengah, jadi pelaksana harus bergerak cepat tanpa mengorbankan kualitas,” ujar Budiono, Senin (3/11/2025).
Ia menilai, proyek infrastruktur yang dikerjakan di penghujung tahun sering terkendala cuaca dan tenggat waktu. Karena itu, Budiono meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan pihak kontraktor bekerja lebih efektif agar hasilnya sesuai dengan standar teknis.
Selain memperhatikan kualitas, ia juga menekankan agar pekerjaan tidak mengganggu aktivitas warga. “Jangan sampai proyek ini malah menghambat kegiatan usaha di kawasan padat seperti pusat kota. Kontraktor harus peka terhadap kondisi masyarakat sekitar,” tambah politisi PDI Perjuangan itu.
Budiono menjelaskan, drainase dan trotoar bukan hanya soal keindahan, tetapi juga menyangkut keselamatan publik. Drainase yang berfungsi baik dapat mencegah genangan air, sementara trotoar yang tertata rapi memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki.
DPRD Balikpapan, khususnya Komisi III yang membidangi pembangunan, disebutnya akan terus mengawasi progres proyek di lapangan. Ia mencontohkan, pengerjaan di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gunung Sari Ilir, masih perlu percepatan agar bisa selesai tepat waktu.
“Nanti kami dorong lagi Dinas PU agar menuntaskan pekerjaan sesuai jadwal dan spesifikasi. Jangan asal cepat tapi kualitasnya buruk,” tegasnya.
Budiono juga mengingatkan, setiap proyek yang menggunakan dana APBD harus transparan dan akuntabel. Pengawasan dari dinas teknis serta evaluasi rutin dari DPRD diharapkan mampu mencegah penyimpangan.
Selain soal drainase, ia menyoroti kondisi trotoar di kawasan perdagangan dan sekitar sekolah yang banyak rusak dan terhalang utilitas.
“Kita ingin kota ini tertata rapi dan ramah bagi semua. Drainase dan trotoar harus fungsional, bukan sekadar memperindah tampilan,” tutup Budiono. (Adv/DPRD/Bpp)













