GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memaklumi penolakan sopir Angkutan Kota (Angkot) terhadap keberadaan Bus Balikpapan City Trans (Bacitra).
Asisten I Sekretariat Daerah Kota (Setdakot) Balikpapan, Zulkifli menyampaikan bahwa perseteruan dan penolakan terhadap Bus Bacitra merupakan bagian dari dinamika kebijakan baru.
“Karena itu kita berkewajiban memberikan pemahaman kepada sopir angkot yang belum bisa menerima sepenuhnya,” ucap Zulkifli, Selasa (27/8/2024).
Menurutnya, keberadaan Bus Bacitra memerlukan waktu agar dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Ini adalah proses yang harus dipikirkan. Kita memahami bahwa masih perlu waktu untuk memahamkan dan mempersiapkan mereka. Saya yakin pada akhirnya akan ada jalan solusinya, tidak apa-apa,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa dalam pertemuan antara sopir angkot dan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, mereka tetap menolak keberadaan Bus Bacitra.
“Tapi kami sudah memberikan pemahaman bahwa ini tidak bisa ditolak secara permanen. Jadi sifatnya sementara, dan kami akan mengajak mereka untuk musyawarah pada pertemuan berikutnya,” ungkapnya.
Terkait izin beroperasi Bus Bacitra yang ditentukan oleh sopir angkot, Zulkifli menegaskan bahwa aturan mainnya tidak seperti itu.
“Itulah yang kami katakan, saya sudah memberikan pemahaman kepada mereka. Ini bukan mereka yang memberi izin, seolah-olah memiliki kuasa atas izin beroperasi. Tidak ada izin armada yang diizinkan oleh orang lain. Semua adalah hak pemerintah; pemerintah mendengarkan dan mengakomodir semua kepentingan,” terangnya.
“Pada pertemuan pertama, sesuai program, acara Ibu Kota Nusantara (IKN) beroperasi dari awal Agustus sampai 21 Agustus. Kemudian dibicarakan, mereka tetap ingin meminta off dulu, ya tidak apa-apa,” katanya mengenai hasil pertemuan kemarin.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini Pemkot Balikpapan sudah menyiapkan solusi dan akan disampaikan kepada sopir angkot.
“Makanya ini perlu waktu. Kita dukung bersama, dan saya pikir masyarakat sudah senang. Masyarakat mendukung pelayanan yang baik, itulah intinya,” tuturnya.
Kini, Pemkot Balikpapan akan menindaklanjuti dengan segala upaya agar Bus Bacitra dapat diterima kembali.
“Kami akan berkonsultasi ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan kemudian musyawarahkan lagi dengan mereka. Saya yakin ada solusinya, tapi perlu waktu,” jelasnya. (Adv/Diskominfo)







