GARVI.ID, BALIKPAPAN — UPTD Puskesmas Karang Rejo mencatat capaian kinerja kegiatan hingga 80 persen menjelang akhir tahun 2025. Sementara untuk realisasi keuangan, progresnya masih berada di bawah 70 persen, namun ditargetkan meningkat menjadi 75 persen lebih pada akhir tahun.
Hal itu diungkapkan Kepala UPTD Puskesmas Karang Rejo, drg. Farida, dalam kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin) Bulanan yang digelar di aula Puskesmas Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kamis (13/11/2025).
“Secara kegiatan, capaian kita sudah sekitar 80 persen. Tapi kalau dari sisi keuangan, masih di bawah 70 persen. Insyaallah di akhir tahun bisa mencapai 75 persen lebih,” ujar drg. Farida.
Ia menjelaskan, sumber dana puskesmas berasal dari berbagai alokasi seperti APBD, APBN, dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang tercatat dalam data tubuh daerah. Namun, realisasi keuangan tidak selalu mencapai 100 persen karena adanya efisiensi dalam proses pengadaan barang dan jasa (PBJ).
“Misalnya dalam anggaran konsumsi, kita ajukan Rp45 ribu per orang, tapi setelah proses negosiasi diambil harga terendah, otomatis ada sisa atau silpa di akhir tahun,” jelasnya.
Meski demikian, drg. Farida menegaskan bahwa seluruh program yang direncanakan tetap berjalan sesuai jadwal. Beberapa kegiatan yang belum rampung akan diselesaikan pada akhir November hingga awal Desember, seiring dengan penutupan laporan keuangan tahunan.
“Biasanya urusan keuangan harus selesai di minggu pertama Desember, tapi kegiatan di lapangan bisa berlanjut sampai pertengahan bulan,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi semangat tim puskesmas yang dinilai semakin solid dan komunikatif dalam menjalankan tugas. Menurutnya, koordinasi antarbidang pada tahun ini berjalan dengan baik dan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program.
“Saya berterima kasih karena koordinasi tahun ini sangat baik. Realisasi beberapa kegiatan sudah 100 persen terlaksana, tinggal menunggu penyelesaian SPJ agar hasilnya bisa maksimal,” tambahnya.
Selain program berbasis anggaran, lanjutnya, Puskesmas Karang Rejo juga tetap menjalankan kegiatan rutin sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing petugas, meski tanpa dukungan dana khusus.
“Tidak semua kegiatan punya anggaran, tapi kalau itu sudah tupoksi, tetap harus turun ke lapangan. Kami pastikan semua berjalan sesuai tanggung jawabnya,” tegas drg. Farida.
Lokakarya mini bulanan ini sekaligus menjadi sarana evaluasi capaian program dan sinkronisasi rencana kerja di sisa akhir tahun 2025. (Adv/Puskesmas/Bpp)







