GARVI.ID, BALIKPAPAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran seiring mulai terjadinya cuaca panas dan kering akibat pengaruh El Nino.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengatakan kondisi cuaca saat ini berpotensi memicu kebakaran lahan maupun permukiman apabila tidak diantisipasi sejak awal. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas yang berkaitan dengan api.
BPBD juga mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu kebakaran yang meluas saat musim kering.
“Masyarakat kami minta lebih hemat menggunakan air dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” kata Usman, Jumat (15/5/2026).
Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, BPBD Balikpapan juga memperkuat koordinasi lintas instansi guna menghadapi potensi kebakaran yang bisa meningkat selama musim panas berlangsung.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni memastikan kesiapan hidran di sejumlah titik kota. Dalam hal ini, BPBD terus berkoordinasi dengan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) untuk mendukung kebutuhan suplai air saat proses pemadaman kebakaran berlangsung.
Usman menjelaskan, selama ini koordinasi antara BPBD dan PTMB berjalan cukup baik. Ketika terjadi kebakaran, petugas PTMB turut membantu membuka akses hidran agar petugas pemadam lebih cepat mendapatkan pasokan air di lokasi kejadian.
“Selama ini koordinasinya berjalan lancar. Saat ada kebakaran, pihak PTMB juga membantu membuka akses hidran untuk kebutuhan pemadaman,” ujarnya.
Meski begitu, BPBD tidak merinci jumlah maupun lokasi hidran yang tersebar di Balikpapan karena data tersebut berada pada instansi pengelola jaringan hidran.
Tak hanya kebakaran, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi lain akibat perubahan cuaca ekstrem. Setelah periode panas berkepanjangan, hujan deras masih berpotensi terjadi dan dapat memicu tanah longsor maupun pergerakan tanah di beberapa kawasan rawan.
Warga diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana di lingkungan sekitar agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. (Adv/Diskominfo/Bpp)
