Dekranasda Balikpapan 2025-2030 Resmi Dilantik, Wali Kota Dorong Peran Aktif Majukan UMKM

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Balikpapan periode 2025–2030 resmi dilantik dalam sebuah seremoni di Auditorium Pemkot Balikpapan, Jumat (4/7/2025). Pelantikan ini turut dihadiri Sekretaris Dekranasda Provinsi Kaltim Ronny Suhendra, Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri, jajaran Forkopimda, OPD, serta perwakilan instansi dan stakeholder terkait.

Ketua Dekranasda Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud menyebut bahwa pelantikan ini menjadi langkah awal untuk mendorong geliat UMKM dan pelaku ekonomi kreatif lokal. Ia juga memastikan persiapan menjelang puncak perayaan Hari Ulang Tahun Dekranasda ke-45 telah rampung hingga 90 persen.

“Pokoknya kita all out, fokus pada kolaborasi dan kerja sama. Harus aktif, kreatif, dan punya energi kuat. Insya Allah tanggal 6 Juli Ibu Tito Karnavian akan meninjau langsung. Target kita 99 persen siap, tinggal lari di puncaknya saja. Doakan lancar,” ujar Nurlena.

Dalam rangkaian HUT Dekranasda, Balikpapan juga menyiapkan UMKM Expo Nusantara, yang menghadirkan 170 stan dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah itu, 80 stan khusus memamerkan produk kuliner. Balikpapan sendiri akan menghadirkan empat stan, dua stan provinsi, dan satu dimasinh-masing kabupaten/kota, seluruhnya diberikan secara gratis kepada pelaku UMKM.

Pameran ini akan menampilkan beragam produk kerajinan, mulai dari wastra, manik-manik, tenun, hingga aneka olahan makanan lokal. Produk-produk tersebut juga akan difokuskan untuk pasar ekspor berbasis kearifan lokal Balikpapan, terutama pada segmen griya fashion.

“Kita ingin tampilkan karya anak-anak lokal Balikpapan. Mulai dari manik-manik, tas, kalung, batik, sampai sulam tangan semua ada. Ini bentuk kebanggaan terhadap identitas budaya kita sendiri,” tambah Nurlena.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan sekaligus Pembina Dekranasda, Rahmad Mas’ud menekankan pentingnya peran strategis pengurus baru dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan melalui sektor UMKM.

“Dekranasda harus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Kota Balikpapan. Pengurus yang baru jangan hanya sekadar nama, tapi benar-benar terlibat aktif,” tegasnya.

Rahmad juga menyoroti peluang besar yang dimiliki Balikpapan saat ini karena sejumlah pejabat strategis di tingkat kota maupun provinsi berasal dari Balikpapan. Menurutnya, hal ini membuka lebar sinergi dalam mendorong pembangunan daerah.

“Tidak ada alasan lagi untuk tidak bisa bersinergi. Semua jalur komunikasi terbuka. Tinggal bagaimana kita mau bekerja atau tidak,” katanya.

Ia menambahkan, masuknya perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bagian dari pengurus Dekranasda merupakan langkah strategis agar program bisa berkelanjutan.

“Pengurus bukan hanya diwakili secara personal, tapi institusinya. Jadi siapa pun kepala dinasnya nanti, tetap melanjutkan program,” jelas Rahmad.

Ia pun mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan amanah ini sebagai ladang kontribusi bagi masyarakat dan masa depan UMKM Balikpapan. (Adv/Diskominfo/BPP) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *