Desa Pela, Permata Kaltim yang Berjuang untuk Pesut Mahakam

GARVI.ID, TENGGARONG – Desa Pela, yang berada di bawah naungan Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), terus menorehkan prestasi membanggakan hingga ke panggung nasional. Sebagai desa wisata yang memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan, Desa Pela telah sukses meraih berbagai penghargaan, termasuk penghargaan Kalpataru, sebuah pengakuan atas dedikasi mereka dalam menjaga Pesut Mahakam, mamalia air tawar yang menjadi ikon Kalimantan Timur.

Perjalanan Desa Pela dalam meraih penghargaan ini tidaklah singkat. Pada tahun 2022, desa ini berhasil meraih penghargaan Kalpataru di tingkat kabupaten, sebuah langkah awal yang menjanjikan. Tahun berikutnya, mereka melanjutkan kesuksesan dengan meraih penghargaan serupa di tingkat provinsi. Dan kini, di tahun 2024, atas rekomendasi Dinas Pariwisata Kukar dan Kalimantan Timur, Desa Pela kembali mengukir sejarah dengan berpartisipasi dalam nominasi Kalpataru tingkat nasional.

“Insya Allah, Desa Pela akan masuk dalam 21 nominasi Kalpataru untuk penyelamat lingkungan, dengan fokus utama pada Pesut Mahakam,” ujar Alimin, Ketua Pokdarwis Bekayuh Baumbai dan Bebudaya Desa Pela, Sabtu (27/4/2024).

Dari lebih dari 200 usulan yang diajukan dari seluruh Indonesia, Desa Pela berhasil menembus 21 nominasi teratas. Proses seleksi akan terus berlanjut hingga tersisa tiga desa terbaik yang akan dipilih sebagai pemenang.“Penilaian oleh juri dari Kementerian Lingkungan Hidup akan dilakukan dalam waktu dekat. Kami telah melewati tahap presentasi dan saat ini berada di posisi kedua. Kami berharap dapat melaju ke tahap berikutnya,” tambah Alimin.

Keberhasilan Desa Pela menjadi sumber kebanggaan yang tidak terukur. Alimin menegaskan bahwa upaya penyelamatan Pesut Mahakam, spesies endemik yang hanya ditemukan di Kalimantan Timur, merupakan prioritas utama. Desa Pela, bersama dengan desa-desa lain seperti Perintis dari Balikpapan dan Penyelamat dari Kukar, menjadi perwakilan Kalimantan Timur dalam misi mulia ini.

“Kami berharap dapat memenangkan penghargaan ini dan mewakili Kalimantan Timur dalam upaya pelestarian lingkungan. Ini bukan hanya tentang isu nasional, tetapi juga tentang kontribusi kita terhadap isu global, yaitu perlindungan spesies mamalia yang langka,” tutup Alimin. (adv)