GARVI.ID, BALIKPAPAN — Dinas Sosia Kota Balikpapan mengevakuasi seorang lansia tanpa identitas yang ditemukan terlantar di kawasan depan salah satu rumah sakit di Balikpapan. Lansia tersebut langsung dibawa ke rumah penampungan sementara untuk mendapatkan penanganan awal dan perlindungan sosial.
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan mengatakan saat ditemukan, kondisi lansia tersebut dalam keadaan sakit dan tidak membawa dokumen identitas apa pun, sehingga belum diketahui asal-usul maupun keluarganya.
“Orang terlantar tanpa identitas sudah kita tampung di rumah penampungan. Waktu ditemukan kondisinya sakit dan tidak ada identitas, jadi kita tidak tahu apakah warga Balikpapan atau dari luar daerah,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (26/2/2026).
Edy menjelaskan, setiap laporan masyarakat mengenai orang terlantar langsung ditindaklanjuti oleh petugas. Prosedur penanganan diawali dengan pemeriksaan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit untuk memastikan kondisi fisik yang bersangkutan.
“Kita pastikan dulu sehat atau tidak. Kalau perlu penanganan medis, kita bawa ke fasilitas kesehatan. Setelah itu, kalau sudah memungkinkan, baru kita tempatkan di shelter atau rumah penampungan,” jelasnya.
Ia menegaskan, pelayanan Dinas Sosial tetap berjalan normal selama Ramadan. Petugas disiagakan 24 jam untuk merespons laporan masyarakat, baik terkait orang terlantar, anak jalanan (anjal), maupun orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
“Tidak ada istilah libur layanan. Mau subuh ada laporan, tetap kita tangani karena memang ada petugas piket,” tegas Edy.
Sepanjang Februari ini, Dinsos telah membawa empat orang ke rumah singgah. Dua di antaranya dirujuk ke Samarinda untuk mengikuti pembinaan dan pelatihan keterampilan sebagai bagian dari program rehabilitasi sosial.
Menurut Edy, sebagian besar anak jalanan yang terjaring memiliki latar belakang masalah keluarga, mulai dari kurang perhatian orang tua, perceraian, hingga lingkungan yang tidak mendukung tumbuh kembang anak.
“Rata-rata karena masalah keluarga dan lingkungan. Jadi pendekatan kita bukan hanya penertiban, tapi juga pembinaan agar mereka punya masa depan yang lebih baik,” katanya.
Dinsos berharap partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian sosial di lingkungan sekitar dapat mempercepat penanganan dan mencegah persoalan sosial semakin meluas. (Adv/Diskominfo/Bpp)










