GARVI.ID, BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan kembali melakukan penambahan tenaga pendidik melalui skema Pegawai Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) guna mengatasi kekurangan guru di sejumlah sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan proses rekrutmen telah selesai dilaksanakan. Tahun ini, sekitar 200 guru PJLP direkrut untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga pengajar yang masih belum terpenuhi.
Menurut Irfan, para guru yang direkrut akan ditempatkan sesuai kebutuhan sekolah dan mata pelajaran yang mengalami kekurangan tenaga pendidik.
“Pendaftaran PJLP sudah dibuka dan sekarang sudah ditutup. Tahun ini kami menambah sekitar 200 guru untuk jenjang SD dan SMP. Formasinya disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di sekolah,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, guru PJLP yang direkrut pada tahap ini akan memperoleh hak yang sama dengan tenaga PJLP yang telah lebih dulu bertugas. Perbedaan hanya terletak pada masa kontrak kerja yang berlaku hingga akhir tahun anggaran.
“Hak mereka sama dengan PJLP tahap pertama, tidak ada bedanya. Hanya saja kontraknya berlaku selama enam bulan sampai dengan Desember 2026 untuk menutupi kekurangan guru yang masih ada,” kata Irfan.
Selain mengandalkan PJLP, Disdikbud Balikpapan juga mengusulkan penambahan guru melalui jalur Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tahun ini, pemerintah daerah mengajukan kebutuhan sekitar 100 guru untuk memperkuat layanan pendidikan di Kota Balikpapan.
Menurut Irfan, apabila usulan tersebut disetujui dan proses rekrutmen berjalan sesuai rencana, kebutuhan guru melalui skema PJLP akan kembali dievaluasi pada tahun mendatang.
“Kami mengusulkan sekitar 100 guru PNS tahun ini. Kalau pengadaan itu terpenuhi, tentu kebutuhan guru PJLP akan kami sesuaikan kembali berdasarkan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar sektor pendidikan di Balikpapan saat ini masih berkaitan dengan ketersediaan tenaga pendidik. Jumlah guru yang ada masih belum mampu memenuhi kebutuhan ideal seluruh sekolah.
Saat ini, jumlah guru di Balikpapan yang terdiri dari aparatur sipil negara, PPPK, dan tenaga lainnya mencapai sekitar 4.000 orang. Sementara kebutuhan ideal untuk mendukung proses pembelajaran di seluruh satuan pendidikan diperkirakan mencapai lebih dari 6.000 guru.
“Kalau dihitung secara keseluruhan, guru kita sekitar 4.000 orang. Sementara kebutuhan ideal lebih dari 6.000 guru. Karena itu pemenuhan tenaga pendidik masih menjadi fokus kami agar layanan pendidikan dapat berjalan lebih optimal,” pungkas Irfan. (Adv/Diskominfo/Bpp)







