GARVI.ID, BALIKPAPAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan berencana menambah pos pemantauan lalu lintas untuk memperkuat pengawasan terhadap kendaraan berat yang melintas di wilayah kota.
Penambahan fasilitas tersebut dinilai penting karena saat ini Dishub Balikpapan hanya memiliki dua pos pantau yang berada di kawasan Jalan Pattimura dan Kilometer 13.
Kepala Dishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan keterbatasan pos pantau menjadi salah satu catatan dalam pengawasan kendaraan berat dan pelanggaran lalu lintas.
“Sejak berdirinya Dinas Perhubungan, kami baru memiliki dua tempat atau dua pos pantau, yaitu di Pattimura dan Kilometer 13. Ini menjadi catatan bagaimana kami melakukan pengawasan dan pengendalian apabila tidak ada pos-pos yang dibangun,” kata Fadli, Senin (24/8/2026).
Karena itu, Dishub telah mengusulkan pembangunan pos pemantauan baru pada 2027. Jumlahnya ditargetkan mencapai sekitar delapan hingga 11 pos yang akan ditempatkan di sejumlah lokasi strategis.
Pos tersebut nantinya diberi nama Pos Wahana. Fasilitas itu akan difungsikan sebagai titik pemantauan sekaligus mendukung penindakan apabila ditemukan pelanggaran di lapangan.
“Insya Allah pada 2027 nanti kami sudah mengusulkan pembangunan setidaknya delapan sampai 11 pos baru yang kami berikan nama Pos Wahana,” ujarnya.
Menurut Fadli, penguatan pengawasan tidak hanya dilakukan oleh Dishub. Pihaknya juga telah melakukan pembahasan bersama jajaran kepolisian melalui Forum Lalu Lintas.
Koordinasi tersebut akan dilanjutkan dengan rencana kerja sama antara Dishub dan Polresta Balikpapan melalui perjanjian kerja sama (PKS).
Kerja sama itu diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan pengawasan dan penindakan di lapangan dengan tetap mengacu pada kewenangan masing-masing instansi.
“Kami juga akan berkomunikasi dengan teman-teman Polresta untuk membangun kerja sama melalui PKS. Nantinya, baik Dishub maupun teman-teman dari Polres dapat melakukan penindakan terhadap pelanggaran di lapangan sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku,” jelasnya.
Fadli mengatakan pengawasan juga akan didukung dengan penambahan rambu serta fasilitas pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan. (Adv/Diskominfo/Bpp)
