GARVI.ID, BALIKPAPAN — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan tengah mengusulkan pembangunan depo khusus angkutan barang di KM 13 Jalan Soekarno-Hatta. Fasilitas ini dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi parkir liar kendaraan over dimension over loading (ODOL) di sepanjang jalan protokol kota.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun skema usulan kepada pemerintah kota, baik legislatif maupun eksekutif, agar realisasi pembangunan depo tersebut segera dilaksanakan.
“Di KM 13 kita punya lahan sekitar 10,7 hektare yang sangat ideal untuk dibangun Depo angkutan barang. Kalau ini terwujud, maka tidak ada lagi kendaraan ODOL atau kendaraan berat yang parkir di pinggir jalan karena memang tidak disiapkan tempatnya,” ujar Fadli saat diwawancarai pada Senin (16/6/2025).
Ia menjelaskan, saat ini Dishub hanya memiliki dua pos pemantauan ODOL, yakni di KM 13 dan di Jalan Pattimura. Sementara itu, kendaraan ODOL umumnya menunggu jam operasional sebelum memasuki kota, yakni mulai pukul 22.00 hingga 05.00 Wita.
“Kalau dilihat di sekitar persimpangan KM 13, apalagi dekat pintu keluar tol, pasti ramai kendaraan berat yang menunggu waktu masuk kota. Mereka tidak punya tempat singgah yang layak,” jelasnya.
Fadli menekankan, tugas penindakan di jalan bukan merupakan kewenangan Dishub. Penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, termasuk kendaraan ODOL, sepenuhnya merupakan wewenang pihak kepolisian.
“Kita perlu luruskan bahwa kewenangan pemberhentian atau penindakan itu ada di Lantas, bukan di Dishub. Tapi selama ini persepsi masyarakat masih keliru,” tegasnya.
Untuk itu, Dishub telah berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Balikpapan guna membentuk satuan tugas (Satgas) bersama dalam menertibkan kendaraan ODOL. Langkah ini juga selaras dengan instruksi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian agar setiap daerah melakukan sosialisasi, edukasi, dan publikasi terkait ODOL.
“Kalau depo ini terbangun, maka ini akan jadi yang pertama di Balikpapan. Sekarang kita hanya punya terminal angkutan orang, belum ada untuk barang. Mengingat Ibu Kota Negara (IKN) sedang dalam masa pembangunan, ini jadi momentum. Jangan sampai kita terlambat,” pungkas Fadli. (Adv/Diskominfo/BPP)










