Disporapar Angkat Konsep “Pesisir Nusantara” untuk Dongkrak Daya Tarik Wisata Balikpapan 2026

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Setelah mencatat capaian luar biasa dengan 42 ribu kunjungan wisatawan pada 2024, melampaui target 20 ribu pengunjung, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan kembali menyiapkan terobosan baru di sektor pariwisata.

Untuk tahun 2026, Balikpapan akan mengusung tema besar “Pesisir Nusantara”, yang merepresentasikan identitas kota sebagai wilayah maritim yang dinamis, berbudaya, dan memiliki potensi ekonomi tinggi.

Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan konsep ini lahir dari keinginan untuk menampilkan sisi lain Balikpapan yang selama ini dikenal sebagai kota industri dan bisnis.

“Balikpapan perlu dibuka lebih luas sebagai kota pesisir. Kita punya laut, pelabuhan, dan perdagangan yang kuat. Potensi ini harus diangkat sebagai kekuatan baru pariwisata,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).

Ratih menjelaskan, konsep “Pesisir Nusantara” tak hanya menonjolkan keindahan pantai, tetapi juga kehidupan masyarakat pesisir, kuliner laut, hingga tradisi perdagangan yang telah menjadi bagian dari sejarah kota.

“Wisata pesisir bukan sekadar pantai. Ada kehidupan sosial, budaya maritim, dan ekonomi kreatif yang tumbuh dari sana. Itulah yang ingin kami tonjolkan,” tuturnya.

Konsep ini, kata Ratih, sudah melalui tahap kurasi nasional dan mendapat penilaian positif karena dianggap memiliki arah pengembangan yang jelas dan berkarakter. Disporapar akan melanjutkan ke tahap berikutnya dengan melakukan presentasi di tingkat nasional agar Balikpapan kembali masuk dalam kalender event wisata Indonesia 2026.

“Mereka menilai ide ini kuat dan menarik. Kami berharap Balikpapan bisa mempertahankan konsep ini sebagai daya tarik unggulan di kancah nasional,” katanya.

Ratih menambahkan, Disporapar berkomitmen menghadirkan tema berbeda setiap tahun untuk menjaga inovasi dan mencegah kejenuhan sektor wisata. Pada 2024, tema yang diangkat menyoroti tiga kearifan budaya Kalimantan Timur—keraton, pesisir, dan pedalaman. Sedangkan untuk 2026, fokus diarahkan sepenuhnya pada karakter pesisir Balikpapan.

“Kami ingin masyarakat dan wisatawan melihat Balikpapan sebagai bagian penting dari pesisir Nusantara. Ini bukan hanya soal laut, tapi juga jati diri kota,” pungkasnya. (Adv/Disporapar/Bpp) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *