Disporapar Balikpapan Siapkan Konsep Wisata Sejarah Terpadu di Tugu Australia

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya memperkuat potensi wisata sejarah sebagai bagian dari identitas kota. Melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disporapar), salah satu fokus pengembangannya adalah Tugu Australia, simbol hubungan diplomatik dan persahabatan Indonesia–Australia sejak masa Perang Dunia II.

Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan Tugu Australia memiliki nilai sejarah yang besar bagi kota ini. Namun, potensi tersebut dinilai belum tergarap optimal dalam promosi wisata daerah.

“Tugu Australia sebenarnya bisa menjadi daya tarik wisata sejarah. Di negara lain, seperti Australia dan Selandia Baru, momen peringatan seperti Anzac Day dikemas dalam kegiatan budaya dan upacara penghormatan. Kita bisa mengadaptasi konsep serupa dengan ciri khas Balikpapan,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

Ratih menjelaskan, Tugu Australia yang berada di kawasan Lapangan Merdeka serta area pemakaman tentara sekutu di Gunung Sari berpotensi dikembangkan sebagai paket wisata sejarah terpadu. Konsepnya bukan sekadar menghadirkan monumen, tetapi juga pengalaman edukatif dan emosional melalui pendekatan storytelling.

“Akan lebih menarik jika wisatawan tidak hanya melihat tugu, tetapi juga mendengar kisah di balik pembangunannya—siapa yang terlibat, dan apa maknanya bagi kota ini. Saat ini sudah ada informasi dasar di lokasi, tapi kita ingin narasinya dibuat lebih hidup,” jelasnya.

Untuk mendukung rencana itu, Disporapar membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah Australia, komunitas sejarah, dan pelaku wisata lokal, guna menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi budaya yang rutin dikunjungi, terutama pada momen peringatan hari bersejarah.

“Kegiatan semacam itu bisa menjadi wadah kolaborasi lintas negara. Tidak hanya menarik wisatawan lokal, tapi juga mempererat hubungan budaya dan persahabatan dengan Australia,” tambahnya.

Selain promosi, Ratih menyebut pemerintah juga akan meningkatkan fasilitas dan akses informasi di sekitar kawasan Tugu Australia agar pengunjung lebih nyaman dan mendapat pengalaman berkesan.

Ia optimistis, dengan pengelolaan yang tepat, Tugu Australia dapat tumbuh menjadi ikon wisata sejarah dan edukasi Balikpapan, yang menghubungkan semangat perjuangan masa lalu dengan nilai perdamaian masa kini. (Adv/Dispora/Bpp) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *