GARVI.ID, BALIKPAPAN – Kawasan Islamic Center Balikpapan kini tidak lagi sekadar menjadi tempat ibadah. Perlahan namun pasti, area di jantung Kota Minyak itu mulai tumbuh menjadi ruang publik yang hidup—tempat masyarakat beraktivitas, belajar, berwisata, sekaligus menumbuhkan ekonomi kreatif.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan pemerintah kota terus mendorong pengembangan kawasan tersebut agar menjadi destinasi wisata religi unggulan. Konsepnya tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai edukasi, seni, dan interaksi sosial.
“Wisatawan datang dengan berbagai tujuan. Ada yang beribadah, ada juga yang datang bersama keluarga untuk rekreasi. Karena itu, kami siapkan ruang bermain, dan ke depan kami ingin mendorong tumbuhnya UMKM serta menambah daya tarik wisatanya,” ujar Ratih, saat diwawancarai Senin (13/10/2025).
Menurut Ratih, geliat aktivitas di kawasan Islamic Center kian terasa. Sejumlah event organizer kini rutin menggelar acara bertema Ramadan, mulai dari bazar kuliner hingga festival Islami. Di setiap kegiatan itu, pelaku UMKM lokal dilibatkan secara aktif agar dapat merasakan manfaat ekonomi.
“Kami ingin kegiatan keagamaan juga berdampak ekonomi. Jadi masyarakat sekitar ikut tumbuh bersama, bukan hanya sebagai penonton,” jelasnya.
Selain kegiatan keagamaan dan ekonomi, kawasan ini juga menjadi magnet bagi pelajar serta komunitas olahraga. Banyak di antara mereka memanfaatkan area lapang Islamic Center untuk berlatih, berlari, atau sekadar berkumpul.
Ratih menegaskan, penggunaan ruang publik tersebut tetap akan diatur agar tidak mengganggu jamaah yang beribadah. Pemerintah, katanya, tengah menyiapkan ruang atraksi baru—area khusus yang bisa digunakan untuk kegiatan olahraga, seni, dan budaya tanpa mengganggu aktivitas utama di masjid.
“Anak-anak komunitas olahraga juga kami fasilitasi. Tapi tetap harus tertib, tidak boleh mengganggu jamaah. Rencananya, kami siapkan ruang atraksi seperti yang ada di Manggar, supaya aktivitas mereka punya tempat tersendiri,” tutupnya. (Adv/Disporapar/Bpp)










