GARVI.ID, BALIKPAPAN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan menggelar sosialisasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2025 tentang Program Adiwiyata, Kamis (9/4/2026). Dalam kegiatan ini, DLH juga memperkenalkan Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) sebagai bagian dari penguatan pengelolaan program berbasis digital.
Kegiatan dibuka oleh Kepala DLH Balikpapan yang diwakili Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PHPKLH), Siti Patimah. Sosialisasi turut menghadirkan narasumber Adzra Fadhila dari Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup, Kementerian Lingkungan Hidup.
Peserta terdiri dari perwakilan instansi terkait, Forum Adiwiyata Kota Balikpapan, serta kepala sekolah dan perwakilan sekolah Adiwiyata. Kegiatan dilaksanakan secara luring dan daring.
Siti Patimah menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kapasitas sumber daya manusia dalam menerapkan pendidikan lingkungan hidup di sekolah.
“Program Adiwiyata harus dijalankan secara konsisten, bukan sekadar memenuhi penilaian. Sekolah perlu menjadikannya sebagai budaya sehari-hari,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap regulasi terbaru agar pelaksanaan program berjalan sesuai pedoman. Dengan begitu, sekolah dapat mengelola program lingkungan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Selain itu, pengenalan SIDIA menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini. Sistem digital tersebut dirancang untuk mempermudah proses administrasi, pengelolaan data, hingga pelaporan kegiatan Adiwiyata.
“Melalui SIDIA, seluruh proses bisa dilakukan lebih efektif, efisien, dan transparan. Ini juga memudahkan monitoring dan evaluasi program,” jelas Adzra Fadhila.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi langkah penting dalam mendukung penguatan program lingkungan hidup di sekolah, sekaligus menjawab kebutuhan pengelolaan yang lebih modern.
DLH Balikpapan berharap kegiatan ini mampu memperkuat sinergi antara sekolah, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung keberhasilan program Adiwiyata.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah, tidak hanya di tingkat siswa, tetapi juga tenaga pendidik dan seluruh warga sekolah.
“Harapannya, setelah sosialisasi ini, sekolah bisa langsung mengimplementasikan program secara optimal dan berkelanjutan,” kata Siti. (Adv/Diskominfo/Bpp)







