Dorong Jajanan Sehat, SD 012 Balikpapan Tengah Dapat Pendampingan Pengawasan Makanan

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Upaya menjaga keamanan jajanan anak sekolah kembali dilakukan Puskesmas Karang Rejo melalui pendampingan rutin di kantin SD 012 Balikpapan Tengah, Sabtu (22/11/2025). Pendampingan difokuskan pada peningkatan kualitas makanan yang disajikan kepada murid, termasuk cara pengolahan, kebersihan peralatan, serta pemilihan bahan pangan aman.

Tenaga Sanitasi Puskesmas Karang Rejo, Herawati, mengatakan kegiatan ini bukan hanya inspeksi, tetapi juga sarana pembinaan agar sekolah semakin siap menyediakan menu sehat bagi siswa.

“Kami ingin membantu sekolah memastikan jajanan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar aman dan berkualitas. Tujuan besarnya adalah memberi rasa tenang bagi orang tua,” ujar Herawati, Sabtu (22/11/2025). 

Dalam kegiatan tersebut, petugas mengecek beberapa sampel makanan seperti sosis dan salome untuk memastikan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Petugas juga memberikan penjelasan langsung kepada para penjual tentang pentingnya pemilihan bahan yang aman.

Herawati mengatakan, sejauh ini hasil pemeriksaan berjalan baik. Namun para penjual kantin juga diminta untuk tetap menjaga kebersihan dengan penggunaan celemek, ketersediaan tempat cuci tangan, hingga penutup makanan yang memadai.

“Kami senang melihat pedagang kantin semakin paham pentingnya higienitas. Ini bukan hanya soal aturan, tetapi bentuk kepedulian kepada anak-anak,” katanya.

Kegiatan ini juga diisi edukasi ringan mengenai jajanan bergizi, pemilihan bahan segar, dan cara penyimpanan makanan yang benar untuk menghindari kontaminasi bakteri. Guru-guru turut mendampingi sebagai bentuk komitmen sekolah terhadap kesehatan murid.

“Harapannya, sekolah dan pedagang kantin bisa terus bekerja sama menyediakan jajanan sehat dan aman. Kami dari puskesmas siap mendampingi kapan pun diperlukan,” tutur Herawati.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD 012 Balikpapan Tengah, Pasti Ria Sitorus S.Pd mengatakan bahwa pihak sekolah juga mengawasi jajanan di area kantin. Guru UKS selalu mengingatkan agar pedagang tidak menjual makanan yang tidak sehat atau tidak sesuai standar kebersihan.

“Untuk kantin, UKS menyarankan agar tidak menjual yang kurang sehat. Dan sejauh ini mereka kooperatif,” tambah Ria.

Ia menegaskan bahwa sekolah juga memperhatikan aspek keamanan di sekitar kawasan tersebut. Beberapa kali ditemukan pedagang di luar pagar yang menjual mainan berbahaya seperti balon peledak hingga ketapel.

“Saya pernah langsung menegur pedagang di depan pagar. Mainan seperti balon yang meledak kalau jatuh itu sangat berbahaya. Begitu juga panah-panahan dan ketapel,” ungkapnya.

Ria mengatakan langkah itu dilakukan bukan untuk mematikan mata pencaharian pedagang, tetapi demi keselamatan anak-anak.

“Saya bilang, Bapak Ibu di sini cari makan. Tetapi jangan sampai menjual yang membahayakan anak. Syukurlah setelah ditegur, mereka hentikan. Sampai sekarang sudah tidak ada lagi,” ucapnya.

Melalui pendampingan rutin ini, Puskesmas Karang Rejo berharap semakin banyak sekolah yang mampu menerapkan standar keamanan makanan secara mandiri, sehingga lingkungan belajar menjadi lebih sehat dan nyaman bagi seluruh siswa. (Adv/Puskesmas/Bpp)