DPMD PPU Dorong Pengembangan UMKM Berbasis Potensi Lokal untuk Tingkatkan Ekonomi Desa

GARVI.ID, PPU – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tita Deritayati, menegaskan pentingnya pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Menurutnya, UMKM tidak hanya sekadar mendukung perekonomian daerah, tetapi juga berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat desa.

Salah satu contoh yang ia angkat adalah kelompok pengrajin batik tulis dari Desa Semoi Dua, yang baru-baru ini mendapatkan perhatian dalam kunjungan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Istri Wakil Presiden Wury Ma’ruf Amin. Tita menyebutkan, kualitas produk mereka mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional, terutama dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai peluang besar bagi promosi produk unggulan PPU.

“Kualitas produk UMKM PPU menunjukkan bahwa kita mampu bersaing, dan IKN memberikan momentum strategis untuk memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas,” ujar Tita, Selasa (17/9/2024).

Ia juga menekankan bahwa peningkatan ekonomi desa bisa dicapai jika produk-produk lokal mendapatkan dukungan, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Tita mendorong agar masyarakat aktif membeli produk lokal, karena tindakan ini tidak hanya mendukung ekonomi, tetapi juga melestarikan budaya dan kerajinan tangan.

“Dengan membeli produk lokal, masyarakat turut menjaga warisan budaya dan membantu ekonomi desa berkembang,” tambahnya.

Dalam pengembangan UMKM ini, Pemkab PPU berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh, antara lain melalui sosialisasi dan pelatihan manajerial untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal. Menurut Tita, pelatihan ini akan memperkuat kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola usaha dan memperluas pasar.

“Kerjasama dengan pengusaha besar juga akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk UMKM lokal,” jelasnya.

Selain batik, Tita menyebutkan masih banyak potensi lain yang bisa dikembangkan di PPU, seperti produk olahan pangan khas daerah dan produk berbasis mangrove. Namun, ia mengingatkan bahwa semua ini perlu dikelola dengan baik dan mengikuti regulasi yang berlaku, seperti perizinan dan sertifikasi.

“Pengelolaan yang baik dan kepatuhan terhadap aturan sangat penting untuk memastikan produk UMKM dapat bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Tita percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat, pengembangan UMKM berbasis potensi lokal tidak hanya akan mendorong perekonomian desa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kemandirian dan keberlanjutan ekonomi. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM harus menjadi prioritas bagi semua pihak demi menciptakan desa yang mandiri dan berdaya saing. (Adv/PPU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *