DPRD Balikpapan Desak Askot PSSI Lebih Proaktif Dalam Mengelola Sepak Bola

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Tim sepak bola Balikpapan U-13 yang dijadwalkan mewakili Kalimantan Timur di Piala Soeratin tingkat Nasional di Sleman, Yogyakarta, terancam gagal bertanding. Hal ini disebabkan terkendala ketiadaan dukungan dana dari sponsor.

Menyikapi masalah ini, Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, mempertanyakan peran aktif Asosiasi Kota (Askot) PSSI Balikpapan dalam pengelolaan sepak bola di kota tersebut.

Menurut Alwi, Askot seharusnya lebih proaktif dalam menjalankan tugasnya. Ia menilai, berbeda dengan cabang olahraga lain seperti bulu tangkis yang sepenuhnya dikelola oleh organisasi terkait, sepak bola seharusnya tidak menggantungkan diri pada DPRD.

“Saya ini Ketua PBSI Balikpapan, tapi saya tidak pernah membawa masalah bulu tangkis ke DPRD atau wali kota, karena itu tanggung jawab saya. Jika tidak mampu mengelola sepak bola, lebih baik mundur saja,” kata Alwi, Rabu (5/2/2025). 

Alwi juga membandingkan kondisi keuangan Persiba Balikpapan yang menghabiskan biaya operasional sebesar Rp3 miliar, sementara sponsor yang masuk hanya Rp600 juta, menyisakan kekurangan Rp2,4 miliar.

“Saya harus keliling mencari dana untuk menutupi kekurangan ini. Ini bukan hanya soal klub, tetapi juga untuk menjaga nama besar Balikpapan. Harus ada pembagian tugas, tidak semuanya bisa dibebankan pada satu pihak,” jelasnya.

Alwi menambahkan bahwa organisasi seperti Askot dan KONI harus lebih giat dalam mencari solusi pendanaan, bukan hanya bergantung pada anggaran pemerintah atau menunggu sponsor.

“Jika hanya mengandalkan sponsor tanpa usaha lebih, ini akan sulit. Jika ingin memimpin dunia olahraga, harus siap berkorban. Kalau tidak siap, lebih baik mundur,” tutupnya. (Adv/DPRD/BPP)