GARVI.ID, BALIKPAPAN – Komisi II DPRD Kota Balikpapan terus mendorong percepatan pembebasan lahan untuk pembangunan Waduk Embung Aji Raden, sebagai langkah strategis mengatasi kelangkaan air baku yang selama ini menjadi masalah bagi warga Kota Balikpapan.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menegaskan bahwa penyelesaian pembebasan lahan merupakan langkah awal yang sangat krusial untuk kelancaran proyek ini. “Kami berkomitmen untuk memastikan ketersediaan air baku yang lebih terjamin, meskipun ada tantangan terkait pembebasan lahan,” ujar Fauzi, Rabu (29/1/2025).
Embung Aji Raden yang terletak di Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur, direncanakan akan mencakup area seluas 75 hektar. Proyek ini diharapkan dapat menyelesaikan krisis air baku yang semakin memburuk akibat meningkatnya kebutuhan air seiring dengan pesatnya perkembangan Kota Balikpapan.
Proses pembebasan lahan untuk proyek ini ditargetkan selesai pada 2025, sementara konstruksi waduk sendiri dijadwalkan dimulai pada 2026. Fauzi menjelaskan, Komisi II DPRD telah melakukan berbagai langkah, termasuk kunjungan langsung ke lokasi dan menggelar rapat dengan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) untuk memastikan kesiapan proyek ini.
Namun, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah perbedaan harga lahan antara pemerintah dan pemilik tanah. Fauzi mengusulkan agar ada pendekatan persuasif dengan melibatkan pemilik lahan dalam dialog terbuka. “Kami akan berupaya mencari kesepakatan yang adil dengan semua pihak, melalui pertemuan dengan dinas terkait dan pemilik lahan,” tambahnya.
Keberhasilan proyek Waduk Embung Aji Raden akan sangat vital bagi penyediaan air bersih yang berkelanjutan bagi warga Kota Balikpapan, terutama dengan populasi yang terus berkembang. Selain itu, proyek ini dipandang sebagai langkah penting dalam mendukung perkembangan ekonomi kota di masa depan.
Komisi II DPRD Balikpapan berharap dengan segera diselesaikannya pembebasan lahan, pembangunan waduk ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak positif bagi kebutuhan air baku yang lebih stabil di Kota Balikpapan. (Adv/DPRD/BPP)







