GARVI.ID, BALIKPAPAN – Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H. Yusri, menyoroti masih rendahnya kedisiplinan pengguna jalan di kawasan turunan Simpang Muara Rapak, salah satu titik rawan kecelakaan di Kota Balikpapan. Ia mengingatkan, persoalan keselamatan lalu lintas di kawasan tersebut tak bisa diselesaikan hanya dengan memasang rambu atau pembatas jalur semata, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat.
“Rambu dan pembatas jalur sudah jelas, tapi masih saja ada kendaraan kecil yang nekat masuk ke jalur kendaraan berat. Ini berbahaya dan bisa memicu kecelakaan,” ujar Yusri, Senin (10/11/2025).
Politisi Partai Golkar itu menilai, sebagian besar kecelakaan di kawasan Muara Rapak dipicu oleh perilaku pengendara yang mengabaikan aturan. Padahal, pemerintah telah menetapkan pembagian jalur berdasarkan jenis kendaraan untuk meminimalkan risiko kecelakaan, terutama bagi truk besar yang melintas di jalur menurun.
“Keselamatan tidak cukup hanya diatur lewat peraturan. Harus ada kesadaran kolektif agar pengendara benar-benar disiplin dan paham risiko di kawasan rawan seperti Rapak,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, DPRD Balikpapan mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) menempatkan petugas di kawasan tersebut, khususnya pada jam-jam padat seperti pagi dan sore hari. Kehadiran petugas dinilai dapat membantu mengurai kemacetan sekaligus memastikan pengendara mematuhi jalur yang sudah ditetapkan.
“Petugas di lapangan bukan hanya untuk menilang, tapi juga memberi edukasi langsung kepada masyarakat agar tidak mengulangi pelanggaran,” tambah Yusri.
Ia juga mengusulkan agar kawasan Muara Rapak menjadi prioritas dalam forum lalu lintas kota. Menurutnya, sinergi antara Dishub, kepolisian, dan perangkat daerah setempat sangat diperlukan agar penanganan lalu lintas lebih terpadu dan berkelanjutan.
“Masalah ini tidak bisa ditangani satu instansi saja. Harus ada kerja sama lintas sektor agar lalu lintas di kawasan Rapak lebih aman dan tertib,” tandasnya.
Menutup pernyataannya, Yusri mengingatkan bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama.
“Kalau semua pihak disiplin dan sadar akan pentingnya aturan, kita bisa cegah kecelakaan dan menjaga Balikpapan tetap aman,” pungkasnya. (Adv/DPRD/Bpp)













