DPRD Balikpapan Optimistis Kapasitas Pengelolaan Sampah Masih Mencukupi

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Seiring bertambahnya jumlah penduduk, volume sampah di Kota Balikpapan turut meningkat setiap tahun. Namun, Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, memastikan bahwa kapasitas pengelolaan sampah kota ini masih dapat menampungnya selama jumlah penduduk belum mencapai 2 juta jiwa.

“Penduduk Balikpapan masih terus berkembang karena banyak pendatang. Hal ini memang berdampak pada volume sampah, tapi saya yakin selama jumlah penduduk belum menyentuh 2 juta jiwa, TPA Manggar masih mampu menampungnya,” jelas Yusri, Jumat (7/2/2025). 

Balikpapan saat ini telah menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, termasuk pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya (B3) dipisahkan sebelum dikirim ke TPA Manggar, yang membantu mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan.

“Dengan pemilahan sampah di sumbernya, sampah yang masuk ke TPA bisa jauh berkurang. Hal ini tidak hanya memperpanjang umur TPA, tapi juga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” tambahnya.

Saat ini, TPA Manggar memiliki luas sekitar 40 hektare, namun baru sekitar 20 hektare yang digunakan. Lahan yang belum digunakan dimanfaatkan untuk penghijauan, menjaga keseimbangan ekosistem sekitar.

Meski kapasitas pengelolaan sampah masih mencukupi, Yusri mengingatkan bahwa peningkatan volume sampah harus tetap diperhatikan. Ia mengungkapkan, selain pengelolaan yang lebih baik, kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah, terutama plastik, sangat penting.

“Kita harus lebih bijak dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Dengan memilih produk yang lebih ramah lingkungan, kita bisa mengurangi sampah yang dihasilkan,” ungkapnya.

DPRD juga mendorong pemerintah kota untuk mengembangkan teknologi baru dalam pengelolaan sampah, seperti daur ulang, komposting, dan bahkan pemanfaatan sampah menjadi energi. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi sampah yang masuk ke TPA dan memperpanjang usia pakainya.

“Beberapa kota besar telah memanfaatkan sampah sebagai energi. Ini bisa menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan di Balikpapan agar pengelolaan sampah lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Yusri.

Dengan berbagai langkah yang terus dilakukan, DPRD optimistis bahwa pengelolaan sampah di Balikpapan akan semakin baik dan mampu mengatasi masalah lingkungan akibat penumpukan sampah. (Adv/DPRD/BPP) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *