dr. Ummi Sartika: Jangan Merokok Kalau Punya Balita’ Kasus ISPA Berat Jadi Alarm

GARVI.ID, BALIKPAPAN- Kepala UPTD Puskesmas Sumber Rejo, dr. Ummi Sartika, mengingatkan orang tua untuk lebih waspada terhadap penyakit ISPA yang kasusnya kembali meningkat seiring cuaca yang tidak menentu. Ia menjelaskan bahwa perubahan cuaca yang cepat—dari panas ke hujan lalu panas kembali—membuat daya tahan tubuh anak, terutama balita, lebih mudah menurun.

“Kalau cuaca tidak stabil seperti sekarang, tubuh jadi gampang tidak fit. Kondisi ini membuat anak lebih rentan terkena ISPA,” ujar dr. Ummi.

Ia kemudian menceritakan salah satu kasus yang baru-baru ini terjadi di poli umum Puskesmas Sumber Rejo. Seorang bayi datang dengan keluhan awal batuk dan pilek. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, bayi itu ternyata mengalami pneumonia, salah satu bentuk ISPA berat. Dari hasil asesmen, diketahui bahwa ayah bayi tersebut adalah perokok aktif.

“Ibunya bilang suaminya merokoknya di luar rumah, jadi merasa aman. Tapi tetap saja, bau dan partikel rokok menempel di baju. Saat pulang, menggendong, atau mencium anak, paparan itu tetap masuk ke si kecil,” jelasnya, Jumat (21/11/2025). 

Dr. Ummi menegaskan bahwa orang tua, khususnya ayah, harus menyadari bahaya perokok pasif dan third-hand smoke bagi balita. Ia mengimbau agar perokok benar-benar menghentikan kebiasaan tersebut apabila tinggal bersama bayi atau anak kecil.

“Kasihan anaknya. Walaupun tidak merokok di dalam rumah, sisa asap rokok di pakaian tetap berbahaya. Kalau di rumah ada bayi, balita, atau lansia, sebaiknya hentikan saja kebiasaan merokok,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa pneumonia termasuk ISPA kategori berat dengan gejala seperti napas cepat, sesak, dan retraksi atau tarikan dinding dada. Kondisi tersebut bisa menyebabkan kegawatan serius jika tidak ditangani segera.

Meski pasien tersebut bukan warga wilayah kerja Puskesmas Sumber Rejo, semua pelayanan tetap diberikan dengan optimal.

 “Yang penting edukasinya sampai kepada orang tuanya. Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati,” tutup dr. Ummi. (Adv/Puskesmas/Bpp) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *