Efisiensi Anggaran Balikpapan Dinilai Hambat Proyek Vital Pendidikan dan Kesehatan

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Kebijakan efisiensi anggaran yang dijalankan Pemerintah Kota Balikpapan diperkirakan bakal menghambat sejumlah proyek strategis daerah. Dua sektor yang dinilai paling terdampak adalah pendidikan dan kesehatan, dua bidang yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, menegaskan bahwa pemangkasan anggaran akan berimbas langsung terhadap pembangunan fasilitas publik, termasuk proyek sekolah dan rumah sakit.

“Pemangkasan anggaran itu sangat berdampak. Proyek-proyek seperti sekolah dan rumah sakit ikut terkena imbasnya karena pendanaannya bersumber dari APBD,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).

Salah satu proyek yang disebut Yono terkena dampak langsung adalah pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Timur yang membutuhkan biaya sekitar Rp273 miliar. Sementara kemampuan keuangan daerah saat ini hanya berkisar antara Rp500 hingga Rp700 miliar.

Menurutnya, kondisi fiskal tersebut membuat pemerintah daerah harus lebih berhati-hati dalam menentukan arah pembiayaan.

“Kalau anggaran sebesar itu digunakan untuk satu proyek saja, maka program lain seperti BPJS gratis, seragam sekolah gratis, dan layanan publik lain bisa terganggu,” jelasnya.

Dengan keterbatasan dana, DPRD mendorong agar pemerintah lebih fokus pada program yang berskala prioritas dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Efisiensi bukan berarti berhenti membangun, tapi bagaimana mengatur pembiayaan agar manfaatnya tetap dirasakan luas,” tegasnya.

Yono menambahkan, sektor penanggulangan banjir dan pemenuhan air bersih juga perlu mendapat perhatian utama karena menjadi persoalan klasik yang belum tuntas.

“Kalau pencegahan banjir tidak ditangani, dampaknya bisa lebih besar lagi. Begitu juga dengan persoalan air bersih yang masih sering dikeluhkan warga,” katanya.

Ia berharap pemerintah pusat dapat ikut membantu melalui alokasi dana tambahan agar proyek strategis daerah tetap berjalan.

“Memang kebijakan efisiensi ini berat, tapi yang penting bagaimana kita mengelolanya dengan tepat. Kalau ada bantuan dari pusat, semoga bisa menutup kekurangan dan digunakan sesuai skala prioritas,” pungkasnya. (Adv/DPRD/Bpp) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *