Fraksi Golkar Sampaikan Belasungkawa Atas Tragedi Tenggelamnya Enam Anak di KM 8, Tekankan Pentingnya Pengawasan Proyek

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Fraksi Golkar DPRD Kota Balikpapan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada orang tua, keluarga, serta masyarakat yang kehilangan enam anak akibat insiden tragis tenggelam di kolam galian proyek di kawasan Kilometer 8, Balikpapan Utara, pada Senin (17/11/2025). Penyampaian duka itu disampaikan secara resmi dalam rapat penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Balikpapan terhadap perubahan nota penjelasan Wali Kota terkait RAPBD 2026, yang digelar di Hotel Grand Senyiur pada Kamis (20/11/2025).

Dalam forum tersebut, juru bicara Fraksi Golkar, Yusri, menegaskan bahwa insiden ini bukan hanya duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi peringatan bagi seluruh pihak agar pengawasan terhadap proyek pembangunan dilakukan secara lebih ketat. “Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga enam anak yang menjadi korban. Kejadian ini harus menjadi pelajaran penting agar pengawasan lokasi proyek diperketat demi keselamatan warga,” ujarnya.

Yusri juga mengapresiasi respons cepat warga sekitar yang berusaha memberikan pertolongan serta melaporkan kejadian tersebut kepada aparat terkait. Ia menilai solidaritas warga menjadi kekuatan penting dalam menghadapi musibah ini. “Kami juga berterima kasih kepada masyarakat yang sigap memberikan bantuan dan tetap menjaga kondusivitas kota meski sedang berduka,” katanya.

Fraksi Golkar menilai musibah tersebut mengharuskan pemerintah kota, kontraktor, dan dinas terkait untuk meningkatkan sistem keamanan di sekitar area pembangunan. Hal itu terutama penting di wilayah yang dekat dengan pemukiman atau sering dilewati anak-anak.

Dalam kesempatan yang sama, Yusri meminta pemerintah kota untuk memperkuat mekanisme pengawasan lapangan, mulai dari pemasangan rambu bahaya, pagar pembatas, hingga inspeksi rutin titik-titik proyek yang berpotensi menimbulkan risiko. Menurutnya, pencegahan harus menjadi prioritas, bukan sekadar penanganan setelah kejadian.

“Keselamatan warga harus menjadi hal utama. Setiap proyek harus memperhatikan standar keamanan yang benar, agar musibah seperti ini tidak kembali terjadi,” tegasnya.

Dengan menyampaikan duka sekaligus dorongan perbaikan, Fraksi Golkar berharap tragedi ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pembangunan di Balikpapan agar keselamatan warga, khususnya anak-anak, selalu terjaga. (Adv/DPRD/Bpp) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *