GARVI.ID, BALIKPAPAN – Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Timur. Proyek yang telah lama dinantikan masyarakat itu resmi disepakati bersama Pemerintah Kota (Pemkot) dalam Rapat Paripurna ke-25 Masa Sidang III Tahun 2024/2025, Rabu (13/8/2025).
Gasali menyebut, persetujuan anggaran dan skema pembangunan menjadi momentum penting untuk segera memulai proses fisik. “Ini sudah lama dimimpikan warga Balikpapan Timur. Mudah-mudahan tahun ini lelang fisiknya sudah bisa dilaksanakan dan pekerjaannya segera dimulai,” ujarnya.
Pembangunan akan menggunakan skema kontrak multiyears selama tiga tahun. Menurut Gasali, pola ini penting agar keberlanjutan proyek terjamin dan target penyelesaian bisa dipenuhi. “Anggaran sudah kita setujui. Harapannya, kesepakatan tiga tahun ini benar-benar sesuai rencana, sehingga rumah sakit bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.
Lokasi pembangunan berada di kawasan Lamaru, tepat di depan Polsek Balikpapan Timur. Lahan utama berukuran 25 x 300 meter telah dibebaskan sejak dua tahun lalu, dan di sampingnya tersedia lahan tambahan yang direncanakan untuk area parkir. “Untuk lahan parkir, nanti akan kita upayakan pembebasan agar fasilitasnya lebih memadai,” jelasnya.
Gasali menilai keberadaan rumah sakit ini sangat penting untuk meningkatkan akses layanan kesehatan. Selama ini, pasien darurat dari Balikpapan Timur harus dirujuk ke rumah sakit di pusat kota, yang jaraknya cukup jauh. “Dengan rumah sakit di Balikpapan Timur, penanganan bisa lebih cepat dan risiko keterlambatan pelayanan bisa diminimalkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, peran DPRD tidak berhenti pada persetujuan anggaran. Pengawasan terhadap kualitas pengerjaan juga menjadi prioritas. “Kami akan mengawasi agar pengerjaan sesuai spesifikasi, tepat waktu, dan memenuhi standar pelayanan kesehatan. Rumah sakit ini harus menjadi kebanggaan dan benar-benar bermanfaat bagi warga,” ucap Gasali.
Dengan dukungan DPRD dan Pemkot, pembangunan RS Balikpapan Timur diharapkan menjadi infrastruktur strategis yang meningkatkan kualitas layanan kesehatan, sekaligus mendukung perkembangan wilayah di tengah kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. (Adv/DPRD/BPP)









