Gempita Mobile, Inovasi Karang Jati untuk Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Aplikasi Gempita Mobile yang dikembangkan Puskesmas Karang Jati menjadi salah satu inovasi kesehatan yang paling menarik perhatian dalam peringatan HKN di Grand City Balikpapan, Minggu (23/11/2025). Aplikasi ini menjadi terobosan penting dalam upaya deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) serta edukasi masyarakat terkait pencegahan risiko kesehatan.

Kepala UPTD Puskesmas Karang Jati, dr. Niken Dayu Anggraeni MARS, menjelaskan bahwa Gempita Mobile merupakan bagian dari Gerakan Melawan Penyakit Tidak Menular yang telah berjalan sejak 2020. “Gempita Mobile memungkinkan masyarakat meng-input hasil pemeriksaan seperti tensi, gula darah, hingga berat badan, kemudian aplikasi langsung menampilkan feedback mengenai kategori risikonya. Jadi masyarakat bisa tahu apakah masuk pre-diabetes, hipertensi, obesitas, dan sebagainya,” jelasnya.

Lebih dari sekadar alat deteksi, aplikasi ini juga menjadi pusat edukasi digital. Setiap kategori risiko dilengkapi dengan leaflet digital, panduan diet, video edukasi, serta langkah-langkah perubahan pola hidup. “Kalau terdeteksi diabetes, tinggal klik panduan dietnya. Kalau hipertensi, ada video edukasi cara mengelolanya. Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu hasil, tetapi juga paham solusinya,” tambah dr. Niken.

Gempita Mobile juga dirancang agar mudah diakses semua kalangan. Masyarakat tidak wajib mengunduh aplikasi karena versi web dapat diakses melalui SID Gempita Mobile. Hal ini memudahkan pengguna dengan ponsel berkapasitas rendah. Versi aplikasi tetap tersedia bagi masyarakat yang ingin memasangnya.

Aplikasi ini bahkan telah menerima sejumlah penghargaan dari tingkat kota hingga nasional. Hal tersebut tidak lepas dari keberhasilan aplikasi dalam meningkatkan rangkaian layanan skrining PTM dan mengajak masyarakat untuk rutin memeriksa diri.

Ke depan, Puskesmas Karang Jati berkomitmen memperluas fitur aplikasi sesuai kebutuhan masyarakat. “Kami selalu mendapat masukan dari pengguna. Dulu hanya hipertensi dan diabetes, sekarang ada edukasi stroke, obesitas, toga, dan pengobatan tradisional. Setiap masukan akan kami kembangkan,” katanya.

Dengan semakin mudahnya masyarakat melakukan skrining mandiri, Gempita Mobile diharapkan menjadi pendorong kesadaran kesehatan sejak dini sekaligus menekan prevalensi penyakit tidak menular di Balikpapan. (Adv/Puskesmas/Bpp) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *