GARVI.ID, BALIKPAPAN — Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) menegaskan dukungannya terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dukungan tersebut disampaikan Ketua DPD ISKA Provinsi Papua Selatan, Joseph Albin Gebze, dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) XVII ISKA yang berlangsung di Balikpapan, 11–13 September 2026.
Dalam rangkaian Munas XVII, delegasi ISKA juga melakukan kunjungan ke kawasan IKN. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda organisasi untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan ibu kota baru Indonesia.
Joseph Albin Gebze, yang juga menjabat Wakil Ketua III DPR Papua Selatan, mengatakan pembangunan IKN perlu ditempatkan sebagai bagian dari kepentingan nasional dan dijauhkan dari kepentingan politik praktis.
“IKN merupakan proyek strategis nasional yang harus dijaga dari politisasi dan berfokus pada kepentingan bangsa,” ujar Joseph.
Menurutnya, pembangunan IKN tidak sebatas memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kawasan perkotaan baru yang inklusif, berkelanjutan, dan mencerminkan keberagaman Indonesia.
“IKN bukan hanya soal memindahkan ibu kota, tetapi membangun peradaban baru yang inklusif, berkelanjutan, dan mencerminkan keberagaman Indonesia,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, ISKA Papua Selatan turut menyoroti sejumlah aspek pembangunan IKN, mulai dari keberlanjutan pembangunan dan pendanaan, konsep kota hijau, rencana pemindahan pusat pemerintahan, hingga nilai toleransi dan persaudaraan.
ISKA menilai keberadaan Plaza Kerukunan dan rumah ibadah yang berdampingan di kawasan IKN dapat menjadi bagian dari representasi keberagaman dan kehidupan antarumat beragama di Indonesia.
Sementara itu, Munas XVII ISKA mengusung tema “Merawat Harapan, Menguatkan Persaudaraan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Dalam Munas tersebut, Luky A. Yusgiantoro kembali ditetapkan sebagai Ketua Pengurus Pusat ISKA untuk periode 2026–2030.
Kepengurusan baru ISKA diharapkan memperkuat peran organisasi dalam memberikan kontribusi pemikiran terhadap berbagai persoalan kebangsaan. ISKA juga menempatkan diri sebagai wadah yang berperan dalam pengembangan gagasan, pengawasan intelektual, serta membangun jembatan dialog dalam kehidupan berbangsa.
Dengan berakhirnya Munas XVII, ISKA menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional, termasuk melalui dukungan terhadap pembangunan IKN sebagai bagian dari agenda pembangunan Indonesia. (/*)







