GARVI.ID, BALIKPAPAN – Puskesmas Karang Rejo, Balikpapan Tengah, terus menggerakkan kader Jumantik untuk memantau dan memberantas sarang nyamuk di wilayah RT 83. Kegiatan ini bertujuan mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan melibatkan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan tidak ada genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk Aedes aegypti.
Jumira, kader Jumantik Puskesmas Karang Rejo, menjelaskan bahwa salah satu upaya yang dilakukan warga adalah gotong royong membersihkan lingkungan. “Masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk ini, menjaga kebersihan lingkungan. Gotong royong setiap bulannya, bisa sekali, bisa dua bulan sekali, itu tergantung kebersihannya,” ujar Jumira, Jumat (21/11/2025).
Pembersihan dilakukan tidak hanya di luar rumah, tetapi juga di dalam rumah, termasuk membuang atau mengubur kaleng kosong dan sampah yang berpotensi menampung air. Jumira menekankan, tujuan utama kegiatan ini adalah mencegah munculnya sarang jentik di mana pun.
Soal respons warga, Jumira mengatakan sebagian besar menerima dan mendukung kegiatan pemeriksaan rumah. “Baik-baik saja, menerima aja ya. Ngecek ke dalam rumah itu biasa, ada yang menolak? Nggak ada. Kecuali kalau pemilik rumah tidak ada,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan rutin, beberapa rumah masih ditemukan adanya jentik nyamuk, terutama di penampungan air hujan yang tidak rutin dibersihkan. “Kalau ada temuan, kita tabur Abate. Abate ini diberikan gratis dari Puskesmas,” ungkap Jumira.
Penggunaan Abate disesuaikan dengan jumlah air di setiap rumah. Satu rumah bisa mendapatkan dosis berbeda tergantung pemakaian air, dan efektifnya larvasida ini dapat bertahan hingga dua bulan. Langkah ini dinilai membantu mencegah jentik berkembang menjadi nyamuk dewasa yang lebih sulit dikendalikan.
Kader Jumantik Puskesmas Karang Rejo menekankan bahwa keberhasilan pencegahan DBD sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan rutin gotong royong, menjaga kebersihan, dan pemeriksaan sarang nyamuk di rumah diharapkan mampu menekan risiko penyebaran DBD di RT 83. (Adv/Puskesmas/Bpp)








