GARVI.ID, BALIKPAPAN – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Balikpapan menetapkan tiga bidang sebagai prioritas program kerja sepanjang 2026. Keputusan tersebut menjadi salah satu hasil Rapat Pimpinan Kota (Rapimkot) I 2026 yang digelar di Convention Hall Hotel Platinum Balikpapan, Senin (10/8/2026).
Ketua Kadin Kota Balikpapan Noval Asfihani mengatakan, forum tersebut membahas berbagai usulan dari 25 bidang yang berada dalam struktur organisasi Kadin. Setelah dilakukan pembahasan, pengurus menetapkan tiga fokus utama, yakni hukum dan regulasi, ketenagakerjaan dan hubungan industrial, serta pendidikan dan kesehatan.
Menurut Noval, sektor hukum dan regulasi akan diarahkan untuk membantu pelaku usaha memperoleh kepastian dalam menjalankan kegiatan bisnis. Kadin juga akan memberikan pendampingan terkait perizinan, legalitas tanah dan properti, hingga membuka akses permodalan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.
Sementara pada sektor pendidikan dan kesehatan, Kadin akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu langkah yang disiapkan adalah program pemagangan bersertifikasi Kadin.
Kadin juga akan memperkuat kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memperluas akses pelatihan bagi masyarakat.
Noval menilai peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan penting seiring semakin besarnya aktivitas ekonomi di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN). Kedatangan pekerja dan pelaku usaha dari berbagai daerah dinilai akan membuat persaingan semakin terbuka.
“Dengan semakin banyaknya orang yang datang, persaingan juga semakin tinggi. Karena itu, pengetahuan dan keterampilan menjadi modal penting,” ujar Noval.
Ia menargetkan program-program prioritas tersebut mulai direalisasikan dalam waktu dekat. Jika memungkinkan, pelaksanaan awal sudah dapat dimulai pada September 2026.
Namun, Noval menyadari seluruh program yang dirumuskan Kadin tidak mungkin diselesaikan dalam satu tahun. Dengan banyaknya bidang dan usulan kegiatan, organisasi akan lebih dahulu memastikan tiga program utama tersebut berjalan.
“Yang paling penting bukan berapa banyak program yang dibuat, tetapi bagaimana program prioritas itu benar-benar terlaksana,” katanya.
UMKM Tetap Jadi Perhatian
Selain tiga program prioritas, Kadin Balikpapan tetap menempatkan pemberdayaan UMKM sebagai bagian penting dari kegiatan organisasi.
Noval menyebut keterlibatan UMKM dalam berbagai agenda Kadin selama ini mendapat respons positif. Ke depan, momentum peringatan hari jadi Kadin juga akan dimanfaatkan sebagai ruang promosi agar produk UMKM Balikpapan dapat dikenal lebih luas.
Menurutnya, keberhasilan program tidak dapat diukur dari banyaknya kegiatan yang tercantum dalam rencana kerja. Ukuran utamanya adalah dampak yang dihasilkan setelah program tersebut dijalankan.
Noval menilai membuat program saat ini bukan perkara sulit karena perkembangan teknologi dapat membantu proses perencanaan. Tantangan terbesar justru berada pada tahap pelaksanaan.
“Lebih baik satu program benar-benar berjalan sepanjang tahun daripada seratus program hanya menjadi dokumen,” tegasnya.
Ia mengakui keterbatasan waktu dan kesibukan pengurus di masing-masing bidang menjadi salah satu tantangan dalam menjalankan program organisasi.
Meski demikian, Noval optimistis persoalan tersebut dapat diatasi melalui penguatan koordinasi, termasuk dengan Pemerintah Kota Balikpapan.
Sinergi pemerintah dan dunia usaha dinilai penting agar program Kadin tidak berhenti pada perencanaan, tetapi dapat memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha dan masyarakat.
Dengan menetapkan tiga fokus utama, Kadin Balikpapan berharap pelaksanaan program 2026 dapat lebih terarah sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan dunia usaha dan peningkatan kualitas SDM di tengah berkembangnya kawasan IKN. (/*)











