GARVI.ID, BALIKPAPAN – Kelurahan Margomulyo di Balikpapan Barat kini tengah mengembangkan potensi wisata baru yang menarik: wisata berbasis budidaya madu. Program ini diinisiasi oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat dan didukung penuh oleh pemerintah kelurahan serta berbagai pihak terkait. Wisata edukasi ini tidak hanya bermanfaat bagi ekonomi lokal, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem di daerah tersebut.
Lurah Margomulyo, Aji Syarifah Nur Alifah, mengungkapkan bahwa pemerintah kelurahan sangat mendukung program ini. “Kami mendukung penuh setiap program yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah budidaya madu yang dikelola oleh Pokdarwis Madumasan. Saat ini, kami berhasil memproduksi sekitar 50 liter madu setiap bulannya. Kami yakin, jika dikelola dengan baik, usaha ini dapat menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik,” ujar Syarifah pada Kamis (27/2/2025).
Proyek ini dimulai dengan mengajak seorang pensiunan yang sebelumnya aktif di komunitas kesehatan untuk mengelola budidaya madu. Menurut Syarifah, keputusan tersebut ternyata memberikan banyak manfaat, baik bagi pengelola pribadi maupun masyarakat sekitar. “Beliau sebelumnya terlibat dalam komunitas stroke. Setelah pensiun, dia memilih berkebun dan membudidayakan lebah madu. Kami sangat mendukung, termasuk dalam hal administrasi agar usaha ini berkembang dengan baik,” tambahnya.
Seiring dengan berkembangnya usaha budidaya madu, produk madu dari Margomulyo kini mulai memasuki pasar yang lebih luas. Salah satunya adalah daerah Kampung Melayu. Dukungan dari berbagai pihak juga sangat penting untuk keberhasilan program ini. Sebagai contoh, Angkasa Pura memberikan bantuan bibit pohon Tabebuya untuk mendukung ekosistem lebah di kawasan ini.
Syarifah berharap usaha ini bisa terus berkembang dan menjadi ikon wisata edukasi di Balikpapan Barat. “Kami ingin program ini memberikan dampak positif tidak hanya dalam hal ekonomi, tetapi juga dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan memperkenalkan wisata edukasi berbasis madu, kami berharap masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya menjaga alam sekaligus memperkenalkan potensi lokal,” ujarnya.
Dengan prospek yang terus berkembang, wisata berbasis madu di Margomulyo diharapkan tidak hanya menjadi daya tarik wisatawan, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Program ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak wilayah untuk mengembangkan potensi lokal yang berkelanjutan. (Adv/Diskominfo/Bpp)







