GARVI.ID, BALIKPAPAN — Kedisiplinan pegawai menjadi sorotan utama dalam Lokakarya Mini (Lokmin) bulanan Puskesmas Karang Rejo, Balikpapan Tengah, Kamis (13/11/2025). Kepala UPTD Puskesmas Karang Rejo, drg. Farida, menegaskan bahwa disiplin merupakan kunci utama pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“Kedisiplinan itu nyawanya organisasi. Kalau A ya semuanya A, kalau B ya semuanya B,” tegasnya di hadapan seluruh pegawai.
Farida juga menyebutkan bahwa ia kerap melakukan pengecekan langsung di lapangan, termasuk meninjau kehadiran dan memantau melalui CCTV.
“Kadang saya lihat sendiri, misalnya Iqbal hari ini si A ada tidak? Kenapa si B tidak terlihat? Itu yang selalu saya cek,” tambahnya.
Farida menyoroti adanya pegawai yang datang terlambat meski sudah absen melalui sistem fingerprint. Menurutnya, kedisiplinan jam masuk harus dibarengi dengan kedisiplinan memulai pekerjaan.
“Ada yang datang jam 8 lebih, padahal sudah fingerprint. Kalau fingerprint jam sekian, kerjanya pun harus dimulai jam itu. Kalau jarak rumah jauh, ya diupayakan berangkat lebih awal,” ujarnya.
Ia meminta seluruh pegawai untuk terus memperbaiki diri dan menjaga komitmen pelayanan kepada masyarakat. “Yang memegang komitmen itu diri kita sendiri. Pelayanan kita seperti apa, komitmen kita harus seperti itu juga,” katanya.
Selain itu, apel pagi dan kegiatan senam kini menjadi indikator penilaian kedisiplinan. Farida mengingatkan bahwa seluruh pegawai wajib mengikuti jadwal senam yang ditetapkan setiap pukul 07.30.
“Kalau timnya senam, ya senam. Kalau bersih-bersih, ya ikut bersih-bersih. Jangan sampai hanya diam di ruangan. Satu rasa, satu jiwa,” ujarnya menegaskan.
Ia juga mendorong budaya saling mengingatkan antarpegawai demi menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan profesional.
Dalam kesempatan itu, Farida turut mengingatkan aturan cuti tahunan. Pegawai diperbolehkan menyimpan cuti maksimal enam hari untuk digunakan tahun berikutnya.
“Cuti itu sudah ada aturannya. Kalau sakit, harus ada surat sakit yang diserahkan ketika masuk kerja. Kalau cutinya habis, ya habis. Tidak ada tambahan. Kalau dibuat-buat, tentu ada konsekuensinya,” jelasnya.
Farida berharap seluruh pegawai dapat menjunjung kedisiplinan agar mutu layanan Puskesmas Karang Rejo semakin meningkat. “Semua ini demi pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat,” pungkasnya. (Adv/Puskesmas/Bpp)








