Ketergantungan Pasokan Luar Daerah, Disdag Pastikan Stabilitas Harga Terjaga

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadan 1447 Hijriah. Dinas Perdagangan (Disdag) bergerak cepat melakukan koordinasi dengan distributor guna memastikan kelancaran pasokan, khususnya komoditas bumbu dapur.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri, mengakui terdapat kenaikan harga pada sejumlah komoditas seperti cabai, bawang, dan tomat. Namun, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan dipengaruhi faktor eksternal.

“Untuk bumbu-bumbuan memang relatif naik. Kita 90 persen pasokan dari luar daerah, sehingga sangat bergantung pada daerah penghasil,” ujarnya, Kamis (26/2/2026). 

Menurutnya, faktor cuaca pascapanen di daerah sentra produksi turut memengaruhi distribusi. Selain itu, meningkatnya kebutuhan pangan akibat aktivitas pembangunan dan pertumbuhan industri juga berdampak pada permintaan pasar.

“Berbagai industri juga memerlukan pangan, sehingga untuk komoditas tertentu harganya relatif naik,” jelasnya.

Balikpapan sendiri memiliki keterbatasan lahan pertanian, yakni hanya sekitar 5 hingga 10 persen dari kebutuhan pangan daerah. Kondisi ini membuat kota ini masih bergantung pada pasokan dari luar, seperti Sulawesi untuk komoditas hortikultura serta Pulau Jawa untuk beras dan ayam.

“Luas lahan pangan kita hanya sekitar 5 sampai 10 persen saja. Itu pun sangat minim untuk membantu ketersediaan pasokan,” katanya.

Meski demikian, Disdag tidak tinggal diam. Pemerintah telah melakukan komunikasi intensif dengan para distributor agar lebih aktif menjaga kelancaran suplai selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Saya sudah komunikasi dengan teman-teman distributor untuk lebih aktif dalam kegiatan pangan selama Ramadan dan Idulfitri,” tegas Haemusri.

Selain itu, pengawasan rutin melalui sidak pasar terus dilakukan bersama TPID dan aparat kepolisian guna memastikan distribusi tetap lancar dan harga terkendali.

Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah dan pelaku usaha, Pemkot Balikpapan optimistis kebutuhan masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi dengan baik. Pemerintah pun terus hadir memberikan kepastian pasokan dan menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan. (Adv/Diskominfo/Bpp) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *