GARVI.ID, BALIKPAPAN – Menyambut bulan suci Ramadan, Komisi II DPRD Balikpapan juga menyoroti potensi praktik penimbunan barang di pasar yang bisa menyebabkan kelangkaan bahan pokok dan lonjakan harga. Jafar Sidik, anggota Komisi II DPRD Balikpapan, menegaskan bahwa pihaknya akan fokus pada pengawasan distribusi bahan pokok dari grosir hingga ke pedagang pasar untuk memastikan kelancaran peredaran barang dan mencegah penyalahgunaan yang merugikan masyarakat.
“Kami akan memastikan tidak ada distributor atau pedagang yang menahan atau menimbun stok bahan pokok. Penimbunan barang dapat menyebabkan kelangkaan di pasar dan berujung pada kenaikan harga yang merugikan masyarakat,” kata Jafar Sidik, saat diwawancarai pada Sabtu (22/2/2025).
Praktik penimbunan bahan pokok, menurut Jafar, sering terjadi menjelang bulan puasa, di mana sejumlah oknum mencoba mengambil keuntungan dengan menahan pasokan barang agar harga melonjak. Komisi II DPRD Balikpapan akan memantau dengan ketat pergerakan barang, mulai dari distributor hingga ke pedagang pasar, untuk memastikan tidak ada tindakan ilegal yang dilakukan oleh pihak manapun.
“Kami akan menindak tegas jika ditemukan adanya penimbunan barang. Penimbunan dapat merugikan masyarakat, terutama saat Ramadan ketika permintaan bahan pokok meningkat. Kami ingin memastikan bahan pokok sampai ke masyarakat dengan harga yang wajar dan tidak ada yang dirugikan,” tegasnya.
Selain itu, Komisi II juga akan memeriksa beberapa komoditas yang cenderung mengalami kenaikan harga menjelang Ramadan, seperti cabai, bawang, daging ayam, dan daging sapi. Meskipun saat ini belum terlihat lonjakan harga yang signifikan, Jafar menyatakan bahwa potensi kenaikan harga perlahan mulai terjadi.
“Saat ini, belum ada lonjakan harga yang signifikan, namun ada indikasi kenaikan harga secara perlahan. Oleh karena itu, kami akan terus memantau harga dan stok bahan pokok untuk mencegah kelangkaan atau kenaikan harga yang tidak terkendali,” lanjutnya.
Komisi II DPRD Balikpapan berharap, dengan adanya pemantauan dan pengawasan yang ketat, distribusi bahan pokok tetap lancar dan harga tetap stabil. Jafar Sidik menegaskan bahwa keberadaan pengawasan yang efektif akan menjamin kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa adanya lonjakan harga yang merugikan.
“Kami ingin agar masyarakat tetap mendapatkan bahan pokok yang mereka butuhkan dengan harga yang wajar dan tidak terjadi kelangkaan yang merugikan selama bulan Ramadan,” tutup Jafar.
Dengan pemantauan dan sidak yang intensif ini, Komisi II DPRD Balikpapan berkomitmen untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan masyarakat bisa berbelanja dengan nyaman selama Ramadan. (Adv/DPRD/BPP)












