GARVI.ID, BALIKPAPAN— Pelaksanaan sweeping imunisasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) oleh Puskesmas Sumber Rejo di SD 010 Balikpapan Tengah berjalan lancar, namun masih menghadapi tantangan berupa penolakan dari sebagian orang tua siswa. Pada hari pertama kegiatan, dari total siswa yang menjadi sasaran, hanya 15 anak yang mendapatkan izin untuk diimunisasi, Senin (17/11/2026).
Petugas Puskesmas Sumber Rejo, Dwi Yuni Fatmawati, menjelaskan bahwa penolakan tersebut bukan berasal dari pihak sekolah, melainkan dari orang tua yang masih mempertanyakan aspek kehalalan vaksin. “Kami tidak bisa memaksa. Kalau menolak, mereka mengisi surat pernyataan ke sekolah sebagai bentuk dokumentasi,” jelasnya. Menurutnya, sebagian orang tua menyampaikan alasan agama sehingga diperlukan pendekatan dan edukasi yang lebih intens untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat serta keamanan imunisasi.
Meski menghadapi penolakan, kegiatan sweeping tetap dilaksanakan sesuai rencana. Puskesmas Sumber Rejo menargetkan sweeping berlangsung selama satu pekan untuk menjangkau tujuh SD dalam wilayah kerjanya. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengejar cakupan imunisasi bagi anak-anak yang sebelumnya belum menerima vaksin karena tidak hadir atau belum lengkap pada jadwal sebelumnya.
Dwi Yuni Fatmawati menegaskan bahwa imunisasi merupakan upaya penting untuk mencegah penyakit yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini. Melalui BIAS, siswa kelas 1, 2, dan 5 mendapatkan vaksin sesuai kebutuhan, termasuk DT, TD, serta HPV untuk siswi kelas 5. “Kami terus memberikan edukasi kepada orang tua agar mereka memahami bahwa imunisasi memberikan perlindungan jangka panjang bagi kesehatan anak,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari pihak sekolah yang aktif membantu proses pendataan dan pengumpulan siswa. Puskesmas berharap semakin banyak orang tua yang memahami pentingnya imunisasi, sehingga cakupan dapat terus ditingkatkan dan risiko munculnya penyakit berbahaya dapat diminimalkan. (Adv/Puskesmas/Bpp)







