Pegadaian dan KKP Kolaborasi Bersihkan Pantai Batakan Club

GARVI.ID, BALIKPAPAN – PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai di Batakan Club, Balikpapan Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut, yang bertujuan mengurangi sampah di laut dan pesisir serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan maritim, Sabtu (2/6/2024).

Acara ini diadakan dengan partisipasi dari delapan kelompok nelayan setempat, pegawai Dinas Lingkungan Hidup, dan pejabat Kecamatan Balikpapan Selatan. Peserta tampak antusias saat berkumpul di pantai untuk memulai kegiatan bersih-bersih.

Kepala Bagian Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, Robby Chandra Hadiwiyanto, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Pegadaian terhadap pelestarian lingkungan. “Kami tidak hanya fokus pada kebersihan pantai, tetapi juga memberikan bantuan kepada nelayan setempat berupa fasilitas cuci tangan, timbangan, dan karung. Selain itu, kami juga membagikan sembako,” ujarnya.

Robby menjelaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) yang diterapkan Pegadaian sejak awal tahun. “Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen kami dalam menerapkan prinsip ESG. Kami berharap aksi ini dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, terutama di kawasan pesisir,” tambahnya.

Selain membersihkan pantai, delapan kelompok nelayan juga mendapat bimbingan teknis (bimtek) tentang pengelolaan sampah dari KKP. “Kami mengedukasi nelayan untuk memilah sampah yang bisa diubah menjadi tabungan emas di Pegadaian,” jelas Robby.

Program ini bertujuan memberdayakan ekonomi nelayan melalui pengelolaan sampah.

Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir di BPSPL Pontianak, Hetty Prianti Effendi menegaskan bahwa Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut adalah program prioritas KKP untuk mengurangi sampah di laut dan pesisir. “Indonesia adalah salah satu penyumbang sampah laut terbesar di dunia. Melalui program ini, kami berharap bisa mengurangi sampah di laut dan pesisir serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan laut demi kelangsungan biota laut,” ujarnya.

Hetty menambahkan bahwa 80 persen sampah di laut berasal dari daratan. “Kita perlu bekerja sama untuk mengurangi sampah di laut dan pesisir. KKP terus mendorong upaya ini melalui Perpres 38 Tahun 2018 sebagai Pokja Ketiga penanggulangan sampah pesisir dan laut,” jelasnya.

Program ini juga didukung oleh Bank Sampah Kota Hijau, yang aktif dalam sosialisasi dan edukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah.

Direktur Bank Sampah Kota Hijau Abdul Rahman, menjelaskan bahwa nelayan yang berpartisipasi dalam kegiatan ini akan menukar sampah plastik dengan tabungan emas di Pegadaian. “Setiap Rp25 ribu dari sampah yang dikumpulkan bisa dikonversi menjadi emas. Ini adalah cara efektif untuk membersihkan laut sambil memberikan manfaat ekonomi bagi nelayan,” ujar Abdul Rahman.

Abdul Rahman menambahkan bahwa Bank Sampah Kota Hijau telah bekerja sama dengan Pegadaian sejak 2019 dan berhasil mengumpulkan sampah yang diubah menjadi tabungan emas. “Pada 2023, tabungan emas hasil pengolahan sampah mencapai 120 gram. Itu baru dari Bank Sampah Kota Hijau, belum termasuk unit-unit lain,” jelasnya.

Pegadaian juga menyediakan fasilitas waste station dan mengajak nelayan untuk aktif berpartisipasi dalam program Pegadaian Peduli. “Setiap hari sampah ditimbang dan dikumpulkan, lalu kami dari Bank Sampah Kota Hijau akan menjemput sampah dan menukarnya menjadi tabungan emas. Kami berharap dengan dukungan Pegadaian dan partisipasi nelayan, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat serta meningkatkan kesejahteraan nelayan,” tambah Abdul Rahman.

Robby juga menegaskan bahwa Pegadaian berkomitmen untuk terus mendukung program-program serupa di masa depan. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Kegiatan bersih-bersih pantai di Batakan Club ini menunjukkan komitmen Pegadaian dan KKP dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir. Diharapkan, dengan kolaborasi yang kuat, aksi-aksi seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang nyata. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *