Pekerja Sawit Tenggelam di Sungai Santan Ulu Ditemukan Tak Bernyawa, Operasi SAR Dihentikan

Garvi.id, Kutai Kartanegara – Upaya pencarian pekerja sawit yang dilaporkan tenggelam di Sungai Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berakhir pada hari kedua operasi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sehingga operasi SAR resmi diusulkan untuk dihentikan.

Korban diketahui bernama Muhammad Rosaid Amar alias Edo (33), warga RT 002 Desa Santan Ulu. Tim SAR Gabungan menemukan jasad korban pada Minggu pagi sekitar pukul 08.56 WITA, atau sekitar sembilan kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian awal.

Sejak pukul 07.00 WITA, tim telah melakukan penyisiran menyusuri aliran sungai. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Santan Ulu dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Koordinator Pos SAR Kutai Timur, Aries Setiawan, menyatakan seluruh rangkaian operasi telah dilaksanakan sesuai rencana yang ditetapkan.

“Tim kembali melakukan penyisiran bersama unsur potensi SAR dan korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar sembilan kilometer dari lokasi kejadian. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR kami usulkan untuk ditutup dan dilanjutkan dengan status kesiapsiagaan,” kata Aries.

Ia mengungkapkan, proses pencarian tidak lepas dari sejumlah hambatan di lapangan.

“Arus sungai cukup deras dan terdapat potensi ancaman binatang buas. Meski demikian, seluruh personel tetap mengedepankan faktor keselamatan selama pencarian dan evakuasi,” ujarnya.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos SAR Kutai Timur, Polsek dan Koramil Marangkayu, BPBD Kutai Kartanegara, Disdamkarmatan Kukar, Pemerintah Kecamatan Marangkayu, serta keluarga korban dan warga Desa Santan Ulu, Santan Tengah, dan Santan Hilir. (/*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *